Jangan menghina sesuatu sebab setiap sesuatu ada kelebihannya

Masyarakat 27 Nov 2020 Umri
Jangan menghina sesuatu sebab setiap sesuatu ada kelebihannya
Jangan menghina sesuatu sebab setiap sesuatu ada kelebihannya © - Dreamstime.com

Artikel yang bertajuk ‘Jangan menghina sesuatu sebab setiap sesuatu ada kelebihannya’ ini akan memperkatakan tentang akhlak. Akhlak sangat penting bagi setiap muslim, dengan akhlak yang baik orang akan banyak dicintai oleh sekelilingnya.

Rasulullah SAW adalah teladan nomor satu di dunia untuk dijadikan contoh.

Jangan menghina sesuatu sebab setiap sesuatu ada kelebihannya

Seperti hadis di bawah ini, yang menjadi tugas utama Nabi Muhammad SAW diutus ke muka bumi ini.

“Sesungguhnya aku diutus untuk memperbaiki akhlak.”

(Hadis riwayat Baihaki)

Akhlak meliputi banyak hal, akhlak kepada Allah SWT, akhlak kepada rasul Allah, akhlak kepada manusia, akhlak kepada non muslim, akhlak kepada binatang dan tumbuhan, serta akhlak ke alam semesta.

Di antara akhlak yang baik kepada sesama adalah tidak mudah menghina orang lain, sebab setiap orang pasti ada kelebihannya yang tidak anda miliki. Apalagi menghina sesama mukmin, itu sangat terlarang. Berkata baik untuk orang lain jauh lebih mulia untuk anda.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman. Dan Barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.”

(Al-Quran surah al-Hujurat ayat 11)

Ayat ini cukup gamblang memberikan pengajaran, yang dihina bisa jadi lebih baik daripada yang menghina. Jika pun memang kenyataan yang dihina lebih buruk pun itu juga tidak boleh.

“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela”

Hinaan apapun bentuknya dilarang dalam ajaran Islam, untuk itu bertaubatlah kepada Allah SWT supaya tidak termasuk orang yang zalim. Termasuk mencela diri sendiri pun dilarang oleh Allah. Ini berarti :

  1. Jangan menghina orang lain karena mereka sama dengan dirimu, ejekanmu kepada mereka artinya sama dengan ejekan terhadap dirimu sendiri
  2. Tidak menghina orang lain sebab ejekan itu dapat mengundang yang diejek untuk membalas mengejek pula
  3. Jangan mengejek dirimu sendiri, dengan jalan melakukan perbuatan yang mengundang orang lain menertawakan dan mengejekmu

Dalam ayat lain Allah SWT menjelaskan :

“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela.”

(Surah al-Humazah, ayat 1)

Rasulullah SAW menjelaskan mengunjing atau mengumpat adalah membicarakan menyangkut saudaramu (orang lain) apa yang tidak ia senangi, itulah yang disebut Ghibah. Seandainya kejelekan yang dibicarakan itu tidak ada terdapat pada orang yang digunjing maka disebut buthan (kebohongan besar/fitnah).

“Sombong adalah sikap menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”

(Hadis riwayat Muslim)

Demikianlah akhlak yang diajarkan oleh agama Islam yang mulia tentang akhlak kepada sesama manusia.