Jangan putus asa dari jalan Allah SWT

Psikologi Umri
Terbaru oleh Umri
Jangan putus asa dari jalan Allah SWT
Jangan putus asa dari jalan Allah SWT © Aaron Amat | Dreamstime.com

‘Jangan putus asa dari jalan Allah SWT’ – Salah satu roda penggerak kehidupan adalah memiliki sikap optimisme. Sikap optimis dalam diri seorang akan menjadi pengaruh besar bagi kehidupan manusia. Namun, dalam dunia nyata sering dijumpai orang-orang yang memiliki sikap sebaliknya yaitu pesimis.

Pesimis ialah sifat mudah menyerah, putus asa, hilang harapan hidup, depresi bahkan beberapa ada yang sampai mengakhiri hidupnya. Tentu sikap putus asa ini tidak dibenarkan dalam ajaran agama manapun, termasuk ajaran agama Islam.

Islam menawarkan untuk selalu bersikap kuat, tangguh, berani dan pantang menyerah.

Putus asa bentuk kekufuran

“Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.”

(Quran, surah Yusuf, ayat 87)

Prof. M. Quraish Shihab menyebutkan, bahwa putus asa identik dengan bentuk kekufuran yang paling besar, sebab orang yang kufur saja dia tidak sampai berputus asa. Sementara putus asa adalah hilangannya harapan untuk melanjutkan kehidupan.

Manusia seringkali mengalami keputus-asaan saat ditimpa musibah, seperti kebakaran rumah atau meninggalnya orang yang tersayang. Putus asa bisa juga terjadi saat seorang dicabut nikmat dalam dirinya, seperti  diberhentikan dari pekerjaan atau bisnis yang sedang merugi.

Bisa juga putus asa terjadi terhadap suatu keputusan yang menyakitkan hidupnya seperti bercerai atau lain sebagainya. Dalam kehidupan yang sedang berlangsung semua ini bisa saja terjadi dalam diri seseorang.

Jangan lemah, jangan takut

 “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”

(Quran, surah al-i Imran, ayat 139)

Saat merasa putus cobalah untuk sabar, jika masih tidak bisa tingkatkan kesabaran, jika masih terasa putus asa sabarlah lebih dalam lagi. Sebab dengan kesabaran engkau akan mendapatkan kesuburan, orang-orang yang sabar selalu bersama Allah SWT.

Al-Quran selalu memotivasi setiap muslim untuk menjadi kuat. Sabar adalah lambang kekuatan seorang muslim, apapun masalah yang datang dalam hidup ini semua pasti akan berakhir.

Selain itu, cobalah untuk berpikir positif tentang hidup yang sedang dijalani. Betapapun jauh lebih banyak orang yang lebih susah dari kita. Kesusahan yang sedang kita alami itu akan menjadi cerita indah diakhir kisah hidup ini. Kita bukanlah orang pertama yang mengalami kesusahan hidup ini.

Sabar dan syukur kunci utama

Segeralah pergi ke masjid untuk melakukan salat, lalu berdiam dirilah di masjid dengan membaca ayat-ayat al-Quran. Itu akan mengobati semua masalah yang sedang dijalani.

Sabar dan syukur adalah kunci utama untuk menimbulkan harapan hidup yang rapuh. Mintalah beberapa nasihat kepada para guru dan orang bijak, supaya selalu positif dan bangkit lagi dengan lebih baik. Harapan itu selalu ada, kita hanya diminta untuk sabar sedikit saja.

Seorang sufi besar, Abdul Qadir Jailani (1078-1167 M) menulis dalam bukunya mafaatih al-ghaib, bahwa:

“Jangan tergesa-gesa, karena jika anda memohon tibanya cahaya siang saat kian memekatkan kegelapan malam, penantian akan lama karena ketika itu kepekatan akan meningkat hingga tiba fajar. Tetapi, yakinlah bahwa fajar pasti akan menyingsing. Baik anda kehendaki atau tidak. Dan jika anda menghendaki kembalinya malam saat itu, usaha dan doa anda pun tidak akan terpenuhi karena anda meminta sesuatu yang tidak layak.”

Sabar saja dan bersyukur saja, semua kegelisahan hidup pasti akan berakhir.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.