Jebakan-jebakan setan

Iman Tholhah Nuhin 23-Okt-2020
dreamstime_s_37188134
Jebakan-jebakan setan © Catalin Grigoriu | Dreamstime.com

Allah SWT telah menciptakan Setan untuk ujian bagi manusia. Allah menjadikan Setan sebagai musuh manusia yang abadi. Meskipun ada sebagian manusia yang masuk dalam jebakan-jebakan setan, yang akhirnya mereka menjadi kawan dan pendukungnya.

 Tujuh langkah setan menjebak manusia

Ibnu Qayyim al-Jauziah dalam kitabnya Madaarijus Salikin menyebutkan kepada kita tentang tujuh langkah setan untuk menjebak manusia dalam kesesatan.

Pertama

Mengajak manusia mempersekutukan Allah SWT dan mengingkari semua ajaran Allah. Ini yang disebut ulama dengan syirik dan kufur. Inilah dosa paling besar yang dilakukan manusia terhadap Allah. Targetnya adalah agar manusia menjadi musyrik dan atau kafir.

Kedua

Apabila Allah SWT memberikan hidayah kepada hamba-hamba-Nya, maka ia mengajak mereka untuk menciptakan ajaran-ajaran baru yang tidak pernah disyariatkan. Inilah yang disebut dosa bid’ah oleh ulama. Targetnya adalah agar seorang muslim itu menjadi ahli bid’ah.

Ketiga

Apabila seorang muslim berhasil keluar dari jebakan bid’ah, maka ia mengajaknya untuk durhaka kepada Allah SWT dengan berbagai dosa besar selain syirik dan kufur, seperti pembunuhan, pencurian, perzinaan, seks bebas dan lain-lain. Dosa-dosa inilah yang disebut dengan al-kabair. Sasarannya adalah menjadikan seorang muslim masuk pada katagori “mujrimin”.

Keempat

Jka seorang muslim bisa membebaskan dirinya dari perangkap-perangkap dosa-dosa besar, dan Allah SWT telah menerima tobatnya, maka setan akan mengajaknya untuk mendekati dan melakukan dosa-dosa kecil yang disebut ash-shaghair. Setan akan menggoda manusia untuk melakukan dosa-dosa kecil ini dengan “tazyin” dalam jiwanya.

Ia membisikkan kepada manusia bahwa dosa-dosa kecil ini sangat mudah dilebur dan dihapus oleh amal kebaikan seperti wudu, istighfar, dan salat. Maka, manusia akan merasa tidak bersalah ketika melakukan dosa-dosa kecil. Sasaran dalam langkah ini adalah menjadikan seorang muslim termasuk golongan “fasiqin”.

Kelima

Setan akan menjebak manusia muslim yang taat dengan jurus “mubahat” (hal-hal yang diperbolehkan). Manusia diajak untuk senantiasa memperhatikan dan menjalankan hal-hal mubah secara berlebihan, seperti makan banyak, minum banyak, tidur banyak, rehat, dan santai.

Di sini tidak ada dosa sama sekali, tetapi tidak ada juga pahala. Yang pasti, waktu, tenaga, perhatian, dan pikiran terbuang percuma. Selanjutnya, akan timbul penyakit tafrith dalam hidup dan kehidupan manusia.

 Keenam

Setelah seorang muslim lepas dari jebakan dan fitnah di atas, setan akan mengajaknya untuk memperhatikan dan mengerjakan sunah-sunah yang mafdhul dan meninggalkan yang afdhal.

Misalnya, sunah yang afdhal di antara azan dan iqamat adalah salat, berdoa, dan beristighfar. Akan tetapi, ia malah berbicara dengan sesama kawannya, meskipun yang dibicarakan adalah sesuatu yang berfaedah.

Ketujuh

Apabila seorang muslim itu memiliki iman dan ilmu yang mampu membedakan sunah-sunah tersebut dan senantiasa komitmen serta konsisten dalam memegang nilai-nilai kebenaran Islam, maka setan akan mengerahkan semua tentaranya untuk memeranginya baik secara psikis maupun fisik. Misalnya, orang yang berdakwah dan berjihad dianggap teroris dan perusuh yang akan dimusuhi oleh tentara iblis yang berbentuk manusia.

Pertanyaannya, di manakah posisi kita?

Adapun jawaban pertanyaan ini menunjukkan kualitas keimanan kita terhadap Allah SWT. Seperti itulah bangunan ketakwaan yang ada dalam diri kita, dan seperti itulah jarak antara kita dengan Allah, serta jauh-dekatnya kita dari nilai-nilai Islam.