Kairouan: Kota suci keempat bagi umat Muslim

Sejarah Asna Marsono
Asna Marsono
Kairouan: Kota suci keempat bagi umat Muslim
Kairouan: Kota suci keempat bagi umat Muslim (foto: Masjid Agung Kairouan) © Adisa | Dreamstime.com

Kota-kota besar dari awal peradaban awal abad pertengahan tidak jarang berada di sabuk yang  sebagian besar berada Asia dan Afrika utara. Namun, hanya segelintir dari sejarah kota-kota tersebut yang dipertahankan dalam keasliannya selama berabad-abad. Salah satunya adalah Kairouan, kota muslim di Tunisia.

Kairouan, juga dikenal sebagai Al-Qayrawan dalam bahasa Arab. Kota di Tunisia timur laut ini, menurut UNESCO telah didirikan pada tahun 670 Masehi (M). Kairouan berkembang di bawah Dinasti Aghlabid pada abad ke-9. Kota Ini telah dikonservasikan, tanpa perubahan, morfologi dan komponen arsitekturnya.

Semua elemen ini memberikan kesaksian tentang nilai universal properti dan berkontribusi pada integritasnya. Setelah mempertimbangkan dan meneliti dengan cermat beberapa kriteria tersebut, UNESCO telah menandainya sebagai situs warisan dunia.

Kairouan selama abad ke-9

Tidak hanya dalam hal pertimbangan sejarah dan arkeologi, posisi Kairouan dalam Islam hampir tidak bisa di pandang sebelah mata. Ensiklopaedia Britannica memberi tahu kita bahwa jika sumber-sumber tradisional diyakini kota ini didirikan oleh Uqbah bin-Nafi dari bani Ummayyah, seorang pendamping Nabi Muhammad SAW sendiri pada tahun 670 Masehi.

Kota ini berfungsi sebagai kamp penting dari mana serangan diluncurkan yang mengakibatkan dominasi politik dan agama Islam Maghrib (Afrika barat laut). Kota ini menjadi ibu kota Maghrib sekitar 800 M.

Di abad ke- 11, Kairouan dikenal di seluruh dunia sebagai salah satu pusat administrasi, komersial, agama, dan intelektual Islam yang besar. Tidak heran selama lebih dari satu milenium kota ini telah dianggap sebagai kota paling suci keempat bagi umat Islam. Hanya setelah Mekkah, Madinah dan Yerusalem.

Masjid Agung Kairouan

Monumen yang menakjubkan, terletak di jantung Kairouan, merupakan Masjid Agung Kota Kairouan. Menurut UNESCO: ‘Masjid Agung Kairouan yang dibangun kembali pada abad ke-9 ini bukan hanya salah satu monumen besar Islam tetapi juga mahakarya arsitektur universal’.

Masjid ini terletak di atas area seluas 9.011595m². Ini bukan hanya salah satu yang tertua tetapi juga salah satu masjid terbesar di Maghrib. Selain berukuran besar, masjid ini juga merupakan contoh menakjubkan dari keindahan arsitektur awal abad pertengahan.

Mihrab masjid misalnya, adalah keajaiban dalam hal komposisi dan ornamennya yang harmonis. Berasal dari 863 M, ini adalah salah satu contoh paling langka dari mihrab cekung. Mimbar ini tidak hanya berasal dari pertengahan abad kesembilan, tetapi terbuat dari kayu jati yang diimpor dari jauh dari India.

Daya tarik bagi wisatawan

Selama berabad-abad perpustakaan Masjid Agung telah menjadi harta karun perpaduan pengetahuan dan seni. Salah satu contoh terbaik dalam kaligrafi Islam, Masjid Biru yang terkenal awalnya dalam koleksi perpustakaan ini, yang sekarang ditampilkan di Museum Nasional Seni Islam Raqqada.

Selain Masjid Agung, ada dua masjid lainnya. Satu dikatakan berasal dari abad ke-7, sementara yang lain dari akhir abad ke-17. Ada beberapa waduk awal abad pertengahan yang besar.

Masih banyak bangunan bersejarah menarik lainnya yang menjadikan Kairouan surga bagi wisatawan yang tertarik dengan sejarah dan budaya Islam.