Kala nama Indonesia bermula

Kala nama Indonesia bermula © Butenkow | Dreamstime.com

Indonesia, negara terbesar di Asia Tenggara. Terdapat 17.491 pulau, 1.340 suku bangsa, dan 718 bahasa daerah. Tidaklah mudah membuat penduduk negeri ini bisa saling bersinergi di bawah nama yang sama. Butuh perjuangan, pengorbanan, dan perjalanan panjang.

Awal mula nama Indonesia bisa dirujuk dari buku “Mohammad Hatta: Politik, Kebangsaan, Ekonomi (1927-1977)” pada judul artikel ‘Tentang Nama Indonesia’.

Sejarah bermula ketika Pemerintahan Kerajaan Belanda yang memakai nama Nederlandsch-Indie atau Hinda-Belanda untuk Indonesia semasa penjajahan. Nama ‘Indonesia’ pertamakali muncul di tahun 1850, di sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang terbit di Singapura. Penemunya adalah James Richardson Logan dan George Samuel Windsor Earl, dua orang ilmuan etnografi Inggris.

Saat itu mereka berpikir, nama Nederlandsch-Indie atau Hinda-Belanda sering tertukar dengan nama tempat lain sehingga perlu diberi penamaan masing-masingnya. Earl mengusulkan dua nama, Indunesia atau Malayunesia yang mewakili realitas etnografis, yakni ras yang berkulit sawo matang atau cokelat.

Dalam perkembangan selanjutnya, Earl sendiri memilih Malayunesia karena penyebutan yang lebih khusus. Sedangkan Logan lebih memilih nama Indunesia dikarenakan istilah geografis ‘Indonesia’ pemendekan dari ‘Indian Islands’ atau ‘Indian Archipelago’ yang berarti Kepulauan Hindia. Belakangan, Logan mengganti huruf ‘u’ dari nama tersebut menjadi ‘o’ sehingga jadilah Indonesia.

Hatta menggarisbawahi, GW Earl menggunakan sebutan  Malayunesians untuk merujuk pada penduduk Kepulauan Nusantara. Sementara itu, Logan menggunakan istilah Indunesians atau Indonesia sebagai suatu pengertian geografis murni yang menunjuk pada kepulauan tempat penduduk tersebut berada.

Lalu nama Indonesia dipopulerkan oleh etnolog Jerman, Adolf Bastian melalui bukunya, Indonesien Oder Die Inseln Des Malayischen Archipels dan Die Volkev des Ostl Asien (1884). Indonesie dipakainya untuk merujuk pada fakta geografis, yakni Kepulauan Nusantara.

Hatta mengungkapkan, sejak kemunculan karya Bastian itu, sebutan Indonesia menjadi lazim dalam pembicaraan keilmuan oleh orang-orang pribumi terpelajar.  Istilah Indonesia tak hanya sebagai identitas, tetapi juga alat perjuangan melawan kolonialisme.

Pada 1924, pemakaian nama Indonesia dimulai dengan terbitnya koran Indonesia Merdeka milik Perhimpunan Indonesia. Kemudian, penggunaan secara nasional bersama-sama terucap dalam ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, hingga akhirnya Indonesia resmi sebagai negara melalui Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.