Kalaulah ia sepanjang tahun!

Puasa Roni Haldi Alimi
Roni Haldi Alimi
Kalaulah ia sepanjang tahun!
Kalaulah ia sepanjang tahun! © Chung Jin Mac | Dreamstime.com

“Kalaulah mereka tahu apa yang terdapat di dalam Ramadan, niscaya ummatku akan menginginkan Ramadan setahun penuh.”

Melalui hadis marfu’ ini disebutkan Al-Haitsamy dalam Al Majma’ jilid 3 halaman 141. Rasulullah SAW jauh hari sebelum Bulan Mulia itu datang, telah mengabarkan sekaligus mentasji’ para sahabatnya akan kedatangan tamu mulia bernama Ramadan.

Keutamaan bulan suci Ramadan

Rasulullah SAW mengumpulkan para sahabatnya penuh semangat merona kegembiraan berbalut kebahagiaan. Bagaimana tidak, kedatangan Ramadan menjadi penyebab dibukanya pintu-pintu Surga, ditutup rapatnya pintu-pintu Neraka.

Tak cukup itu saja, para penggoda pembisik keburukan berlaqab syaithan diikat kuat tak dilepas kekang. Di waktu yang mana Allah Taala sediakan sedemikian keutamaannya? Ibadah mana yang Allah beri janji ganjaran pahala serupa? Sungguh Ramadan adalah peluang penuh melimpah keberuntungan.

“Telah datang bulan Ramadan, bulan mulia, telah Allah SWT wajibkan puasa. Dibukakan pintu-pintu Surga ditutupnya pintu- pintu Neraka, dibelenggunya syaithan, di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatinya maka ia telah kehilangan pahala seribu bulan.”

Begitulah keutamaan yang terbentang disediakan Allah SWT dalam bulan mulia bernama Ramadan. Sebagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam kabarkan melalui hadisnya oleh Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dalam Sunan An Nasa’i pada Bab keutamaan bulan Ramadan, jilid 4, halaman 26.

Hadir diri dalam bulan suci Ramadan adalah nikmat tertinggi tiada terkira. Betapa tidak, tak sedikit telinga mendengar kabar berita pengumuman saudara jiran tetangga yang telah mendahului kita lewat mikropon Mesjid atau Mushalla.

Pertanda kehadiran kita di saat Ramadan tiba merupakan peluang berharga belum tentu berulang berikutnya. Mu’alla Ibn Al-Fadhil menyebutkan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam saja bermohon kepada Allah SWT agar diberkahi di bulan Rajab dan Syakban, dan moga disampaikan usia hingga berjumpa dengan Ramadan yang mulia. Sebagaimana tercantum dalam Sunan At-Thabrani.

Keutamaan Ramadan dalam Kitab Lathaiful Ma’arif

Imam Ibnu Rajab Al Hambali dalam kitabnya Lathaiful Ma’arif, bab keutamaan bulan Ramadan halaman 213, disebutkan sebuah sya’ir keberuntungan seseorang yang diberi peluang hadir mengikuti Ramadan.

Telah tiba Ramadan bulan bercocok tanam
Para hamba bersihkan hati dari keburukan

Tunaikan haknya perkataan dan perbuatan
Dan ditambahkan maka akan mendapat kebaikan

Barangsiapa yang menanam biji ia juga yang akan memanennya
Mereka mengeluh karena melimpahnya hasil panennya.

Beruntunglah yang bisa hadir diri dan jiwanya di kala Ramadan tiba. Karena betapa banyak keluarga yang melepaskan kepergian saudaranya di kala Ramadan hadir menyapa. Betapa banyak anak yang yatim ditinggalkan orangtuanya. Bersihkan hati dari kotoran keburukan. Hati kotor memberatkan diri menanam saham kebaikan di kala Ramadan.

Ramadan itu kesempatan menanam biji amal kebajikan agar dituai melimpah ruah tanpa penyesalan. Bangga dan bahagialah bisa hadir diri di bulan suci Ramadan.