Kamu, kita, mereka dan ukhuwah untuk Allah SWT

Kehidupan Komiruddin 12-Sep-2020
dreamstime_s_132594896
Menuju khairu ummah © Stivanus Med Ferdiyanto | Dreamstime.com

Khairu ummah adalah sifat yang disematkan Allah SWT kepada generasi pertama umat ini, kaum Muhajirin dan kaum Anshar.

Para Muhajirin adalah mereka yang merantau meninggalkan semua harta benda dari rumah, tanah, harta benda dan keluarga. Dan kaum Anshar adalah orang-orang yang menyambut kedatangan kaum Muhajirin dan mempersiapkan segala kebutuhan mereka setelah mereka hijrah.

Pembentukannya melalui perjalanan misionaris yang panjang ini dan melalui hari yang penuh dengan air mata dan darah. Dimulai dari internalisasi nilai-nilai berupa iman, takwa dan Islamisasi kehidupan oleh Rasulullah SAW.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Quran surah Al-i Imran, ayat 102)

Sampai terbentuknya aljamaah almuslimah yang disatukan hati hati mereka dengan perpegang kepada tali Allah SWT, diikat dengan Ukhuwah Islamiyah di Madinah Almunawwarah.

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Quran surah Al-i Imran, ayat 103)

Iman dan ukhuwah ini adalah dua pondasi yang berdiri di atasnya jamaah muslimah. Demikian menurut asy syahid Sayyid Quthb r.a. Oleh sebab itu, segala sesuatu yang menyebabkan kuatnya iman wajib dilakukan. Seperti melakukan berbagai bentuk ibadah dan amal saleh.

Segala sesuatu yang menyebabkan eratnya ukhuwah wajib dilakukan seperti lemah lembut, kasih sayang, berdamai, saling tolong-menolong, pemaaf, silaturahmi, dll. Segala sesuatu memperlemah iman wajib dihindarkan. Seperti maksiat, ingkar dan durhaka.  Segala sesuatu merenggangkan  ukhuwah wajib dihindarkan. Seperti fitnah,  memata matai, hasud, meremehkan, mencela, dll.

Jamaah muslimah ini memiliki tugas mengajak kepada kebaikan, amar makruf dan nahi mungkar. Sebab itu mereka mendapatkan keberuntungan. Mengajak kepada kebaikan semua orang bisa melakukan. Karena bagi yang diajak tidak ada kewajiban harus ikut.

Tapi tidak untuk amar makruf nahi mungkar. Tidak dilakukan kecuali oleh mereka yang punya kekuatan yang memaksa. Sebab itu, suatu jamaah tidak cukup hanya bertugas untuk mengajak dan menghibau,  berkhidmat dan menolong.

Ia harus merebut kekuasaan yang menjamin kebijakan-kebijakan berpihak kepada kebaikan, dan amar makruf nahi mungkar dilaksanakan dan diindahkan. Itulah sebabnya mengapa kita berpartai. Karena partai adalah instrumen untuk mendapatkan kekuasaan. Dan dengannya,  kekuasaan itu lebih dekat dan real untuk diperjuangkan.

Ketika kita berkuasa, banyak kebaikan-kebaikan yang bisa kita realisasikan. Ketika kita berkuasa banyak keburukan-keburukan yang bisa diminimalkan. Semakin besar otoritas kita, maka semakin besar peluang kita bisa berbuat untuk kemaslahatan umat.

Saat kita bisa memaksakan kebenaran untuk diikuti dan kebatilan untuk diperangi,  maka saat itulah kita telah menapaki tangga khairu ummah.