Kawasan bersejarah Diriyah di Riyadh

Perjalanan 06 Mar 2021 Muhammad Walidin
Muhammad Walidin
Kawasan bersejarah Diriyah di Riyadh
Kawasan bersejarah Diriyah di Riyadh (foto: Kota Tua Diriyah) © Volodymyr Dvornyk | Dreamstime.com

Bila anda ingin menelusuri sejarah kerajaan saudi Arabia, mulailah dari kawasan bersejarah ad-Diriyah. Sebab di sinilah Kerajaan Arab Saudi bermula.

Kawasan ini terletak sebelah barat daya istana Murabba setelah menempuh perjalanan sejauh 30 km.

Kediaman keluarga Raja Saudi

Kawasan Diriyah dahulunya merupakan ibu kota Arab Saudi. Di sini pula tempat kediaman kerajaan raja Arab Saudi. Kediaman kerajaan ini sepanjang 27, 5 km dengan luas 26.443 hektar.

Sebagai tempat tinggal raja, kompleks ini terdiri dari berbagai fasilitas, seperti masjid, kandang mini, pertanian, kolam, pengolahan limbah, dan lain-lain.

Kawasan pertaniannya mampu menyuplai sayuran dan buah-buah untuk konsumsi sehari-hari.

Kawasan historis Diriyah

Kota ini didirikan tahun 1446-1477 oleh nenek moyang keluarga kerajaan Saudi, Mani’ al Muraid. Mereka sebenarnya datang dari wilayah Qatif di Timur Saudi atas undangan dari Ibnu Dir’i.

Ibn Dir’i adalah penguasa kawasan yang saat ini disebut Riyadh. Sebagai rumah asli dari keluarga kerajaan Saudi Arabia, Dir’iyah pernah menjadi ibu kota Saudi pertama, yaitu antara tahun 1744-1818.

Kawasan bersejarah ini kini telah menajadi salah satu warisan dunia Unesco (dikukuhkan tahun 2010) paling hits saat ini.  kawasan ini memiliki dua sisi peradaban yang sangat menarik; klasik dan modern.

Sisi klasik menampilkan Diriyah yang dipenuhi dengan kuartal kerajaan kuno Diriyah dan sisa-sisa sejarah Diriyah. Dari bawah, kita dapat melihat bangunan unik di atas perbukitan. Bangunan tersebut terbuat dari lumpur dan tanah liat dengan arsitektur khas padang pasir.

Kota tua Diriyah di Wadi Hanifah

Bangunan di Diriyah terdiri dari  tiga kluster, yaitu Ghussaibah, al-Mulaybed, dan Turaif. Tampak juga di sana beberapa istana yang dimiliki oleh Abdullah bin Saud, Bisyari bin Saud, dan Istana Salwa yang memiliki bentuk arsitektur yang indah.

Kota tua ini dibangun menghadap lembah yang subur bernama Wadi Hanifah. Sebuah lembah basah yang mengikatkan penduduk Diriyah dengan alam. Lembah ini telah menjadi referensi kesuburan dalam bentuk taman air, perkebunan, dan peternakan kecil.

Adapun sisi modernnya, Diriyah menampilkan wajah kekinian yang menyenangkan. Ada berbagai cafe yang Instagramable, restoran, toko souvenir. Wisatawan juga dapat melintasi jembatan suspensi dari Wadi Hanifah menuju wilayah Turaif.

Dari Turaif, wisatawan bisa langsung menuju distrik Bujairi. Kawasan ini telah bertransformasi menjadi kawasan modern yang memanjakan pengunjung dengan berbagai galeri kesenian, museum, masjid, dan pasar.