Kaya lewat berdagang

Bisnis Umri
Umri
Kaya lewat berdagang
Kaya lewat berdagang (foto: Skybridge Tanah Abang, Jakarta) © Imelda Litania | Dreamstime.com

Dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad SAW sejak masa kecil sudah ikut pamannya untuk berdagang. Dunia perdagangan bukan hal yang asing dalam sejarah hidup Baginda. Pada usia 12 tahun, Rasulullah SAW sudah ikut pamannya, Abu Thalib r.a melakukan perjalanan dagang ke negeri Syam (Suriah).

Di usia 25 tahun, Baginda menjadi kepercayaan mitra bisnis wanita terkenal dan  kaya raya di kota Makkah saat itu, yakni Khadijah binti Khuwailid r.a. Reputasi Rasulullah SAW dalam dunia perdagangan sangat dikenal sampai ke Iraq, Suriah, Basrah Yordania, Yaman dan lain sebagainya.

Abu Thalib r.a sangat mencintai Nabi Muhammad SAW, bahkan ia mendahulukan kemenakannya daripada anak cucusnya sendiri. Sebab budi pekerti Baginda yang luhur, cerdas, suka berbakti dan baik hati, itulah yang menarik hati pamannya.

Muslim harus kaya

Kalimat ‘Orang muslim harus kaya’ ini bukanlah suatu yang ekstrim. Fakta sejarah menyatakan bahwa Rasulullah SAW dikelilingi oleh orang-orang kaya. Baginda sendiri kaya, istri beliau lebih kaya.

Paman Rasulullah SAW juga kaya. Para sahabat seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a juga kaya, Abu Sufyan r.a, Utsman bin Affan r.a, Abdurahman bin Auf r.a dan sebagainya semua adalah orang yang kaya. Ini menjadi contoh untuk kita yang hidup di abad ini bahwa muslim harus kaya dan kuat.

Namun, kekayaan bukanlah menjadi tujuan utama dalam hidup ini. Kekayaan hanya sebatas sarana untuk menambah amal ibadah kepada Allah SWT. Sebab ada banyak amal ibadah yang jelas menggunakan harta, seperti sedekah, infaq, mahar, haji umrah, membangun sekolah Islam dan masjid, memberi makan orang miskin dan lain-lain.

Kaya namun tetap hidup dengan sederhana. Kaya namun iman dan ibadah kepada Allah SWT semakin baik. Ini ajaran yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

Kaya lewat berdagang

Pada zaman ini ada banyak jalan seseorang untuk menjadi kaya seperti bertani bisa menjadikan orang kaya, bekerja profesional bisa menjadi kaya, investor, dan semua pekerjaan lain bisa membuat orang menjadi kaya.

Namun, perdagangan atau dunia bisnis merupakan jalan cepat untuk menjadikan seseorang untuk kaya raya. Tidak jarang juga dunia perdagangan justru menjadikan seseorang malah terlilit banyak hutang piutang.

Ini tergantung dari kemampuan seseorang dalam mengelolah barang dagangannya. Maka perlu belajar, dibutuhkan banyak ilmu dan pengalaman untuk menjadi pedagang yang sukses.

“Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang pria dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur.”

(Hadis riwayat Ahmad)

Mabrur adalah jual beli yang tidak dicampuri dengan dosa, tipuan dan sumpah palsu. Menjadi pedagang yang baik seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, yang jujur, amanah dan dapat dipercaya akan membuat anda dikenang oleh mitra bisnis anda.

Menjadi kaya dengan berdagang sangat mungkin, mulai saja dengan dagangan kecil. Mulai saja dengan ikut orang tua, paman atau guru bisnis. Semoga semua kita menjadi pedagang yang baik hati.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.