Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Kebaikan dan keburukan adalah ujian

Masyarakat 12 Feb 2021
Opini oleh Umri
Kebaikan dan keburukan adalah ujian
Kebaikan dan keburukan adalah ujian © Ann Rodchua | Dreamstime.com

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?

(Quran surah al-Ankabut , ayat 2)

Ayat di atas merupakan pernyataan langsung dari Allah SWT tentang ujian bagi mereka yang beriman. Ujian ialah bentuk kasih sayang Allah SWT untuk menaikkan derajat seseorang hamba. Ibarat anak yang sedang sekolah maka harus ada ujian yang dilalui setiap tahunnya.

Ini bertujuan untuk uji kemampuan seorang anak untuk tingkat berikutnya. Begitupun seseorang yang beriman, selalu dihadapkan dengan ujian demi ujian. Hingga jangan sampai merasa dengan hanya beriman saja seorang muslim sudah selesai, tidak!

Ujian kehidupan akan terus ada selama nyawa masih dikandung badan. Ujian itu menjadikan seseorang lebih kuat, tangguh dan kokoh. Orang yang hidup tanpa ujian maka ia tidak akan menghasilkan apa apa dalam hidupnya.

Ujian kehidupan

Semakin tinggi sekolah maka semakin tinggi juga ujiannya. Anak Sekolah Dasar (SD) tentu ujian soalnya untuk anak SD, kemampuannya anak SD, temen-temennya juga anak SD, kelasnya kelas SD.

Begitupun, anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) ujiannya hanya batas kemampuan dirinya dan pelajarannya. Berbeda ketika seorang melanjutkan sekolah di tingkat S1, S2 dan S3 tentu ini akan lebih tinggi lagi ujiannya, lebih banyak lagi pertanyaannya, dan semakin tinggi juga beban pelajarannya. Maka akan terasa aneh jika anak Sekolah Dasar (SD) diberikan soal anak Sekolah Menengah Atas (SMA).

Iman kepada Allah SWT pun demikian, maka tidak jarang di masyarakat kita mendengar kalimat “dulu waktu aku tidak salat rezeki kami lancar, namun setelah kami salat rezeki kami menjauh.”

Mungkin di antara anda ada yang mendengar kalimat seperti ini atau yang serupa. Istilah yang lagi tren sekarang adalah hijrah, ialah proses seseorang untuk meninggalkan kebiasaan buruk kepada kebiasaan yang baik.

Sebelum hijrah banyak temannya, setelah hijrah semua teman pergi meninggalkannya. Atau sebelum hijrah banyak pekerjaan menghampiri namun setelah hijrah tidak ada pekerjaan, biasanya dialami oleh para artis atau tokoh publik.

Baik dan buruk adalah ujian

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan.”

(Quran surah al-Anbiya’, ayat 35)

Kaya ujian miskin juga ujian, berilmu ujian bodoh juga ujian. Kehidupan ujian kematian juga ujian, mendapat banyak rezeki ujian dan tidak mendapat rezeki juga ujian, dapat musibah ujian dan dapat kebahagiaan juga ujian. Semua sama-sama ujian.

Kebaikan dan keburukan adalah ujian. Tidak ada masalah dengan seberapa pun besar kecil ujian yang datang dalam hidup kita. Namun, yang menjadi titik fokus kita ialah bagaimana cara kita untuk menjawab semua ujian yang diberikan Allah SWT kepada kita.

Ujian akan datang kepada kita, jika itu terasa berat dan besar itu sebab kita belum melaluinya saja. Jika nanti sudah dilalui maka semua ujian itu akan terasa ringan.