Keberkatan ulama dan penuntut ilmu agama

Agama Sanak 08-Sep-2020
dreamstime_s_180935964
Keutamaan ulama dan penuntut ilmu agama © Odua | Dreamstime.com

Seseorang lebih bersemangat melakukan sesuatu ketika mengetahui kebaikan yang akan diterimanya. Sebagai Muslim, ganjaran yang diharapkan tidak semata perhiasan dunia melainkan yang lebih besar dan kekal yaitu Akhirat.

Tak terkecuali dalam menuntut ilmu, ibadah ini menjadi bagian penting bagi seorang Muslim untuk mengenal dan mengamalkan agamananya.

Dalam Kalam Ilahi dan Hadis Nabi Muhammad SAW, terdapat keutamaan penuntut ilmu agama dan juga yang mengajarinya atau ulama. Dalam buku ‘Tazkiratus Sami’, Ibnu Jama’ah menjelaskan beberapa di antaranya.

“Allah meninggikan derajat orang yang berilmu beberapa derajat”. (Quran, surah al-Mujadilah, ayat 11)

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hambanya adalah ulama”. (Quran, surah Fathir, ayat 29)

Allah memberikan hadiah Surga: Rasulullah SAW bersabda.“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu agama, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (Hadis riwayat Muslim)

Pahala yang besar: Rasulullah SAW berkata kepada Ali bin Abi Thalib r.a: “Demi Allah, jika Allah memberikan petunjuk kepada satu orang saja melalui perantaraanmu, itu lebih baik bagimu dibandingkan dengan unta merah (unta yang paling bagus dan paling mahal).” (HR Bukhari dan Muslim)

Allah menghendaki kebaikan untuknya: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan dia dalam urusan agamanya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Pewaris para Nabi: Rasulullah SAW bersabda: “Keutamaan orang berilmu di atas ahli ibadah bagaikan keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi. Para Nabi tidaklah mewariskan dirham dan dinar, akan tetapi mereka mewarisi ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya, sungguh dia telah mengambil keberuntungan yang besar.” (HR Abu Dawud)

Semua yang di langit dan di bumi memintakan keampunan dan kebaikan untuknya: Rasulullah SAW bersabda: “Segala sesuatu memintakan ampun bagi ahlul ilmi, sampai-sampai ikan di lautan.” (HR Abu Ya’la)

Dalam redaksi lain, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah, malaikat-malaikat-Nya, sampai semut di sarangnya, dan ikan di lautan bershalawat untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR Thabrani)

Menghadiri majelis ilmu, setara dengan kedudukan berjihad di jalan Allah SWT: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mendatangi masjidku ini, tidaklah ia mendatanginya kecuali untuk kebaikan yang akan dipelajarinya atau diajarkannya, maka dia setara dengan kedudukan mujahid fii sabiilillah.” (HR Ibnu Majah)

Agama Islam menyebar dan akan terus tersebar berkat upaya ahli ilmu agama dan murid-muridnya. Di tangan merekalah panji-panji bendera tauhid dan keberadaan syariat terus berdaulat. Sehingga keutamaan yang telah disebutkan di atas menjadi pantas.

Tidakkah kita mau menjadi bagian dari mereka? Tabik.