Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Kebijakan privasi WhatsApp: ancaman data pribadi

Teknologi 04 Feb 2021
Terbaru oleh Sanak
Kebijakan privasi WhatsApp: ancaman data pribadi
Kebijakan privasi WhatsApp: ancaman data pribadi © Jaiz Anuar Yeop Johari | Dreamstime.com

Saat ini pengguna aplikasi berbagi pesan, WhatsApp sedikit terguncang. Alasannya disebabkan kekhawatiran seputar kebijakan privasi baru yang segera diberlakukan, yaitu WhatsApp akan menerima dan membagi informasi dari dan kepada Facebook.

Mereka berdalih kebijakan tersebut untuk membantu meningkatkan dan mendukung pemasaran demi keuntungan perusahaan.

Kebijakan privasi WhatsApp: ancaman data pribadi

Selain itu pembaruan yang signifikan adalah penambahan fitur baru yang memungkinkan pengguna bisa berkomunikasi dengan kontak bisnis, termasuk yang diselenggarakan oleh Facebook. Hasil percakapan tersebut sangat mungkin disimpan dan dikelola Facebook kemudian bisa dibagikan kepada pihak yang menginginkan.

Pihak Facebook sebagai induk perusahaan WhatsApp memberikan pilihan bagi para pengguna. Mereka yang tidak menyetujui kebijakan baru ini sebelum 8 Februari, mereka akan kehilangan akses ke akunnya. Tentu pilihan ini sangat berat bagi mereka yang sudah terlanjur nyaman menggunakan WhatsApp.

Kebijakan privasi dan enkripsi

Mencuatnya isu privasi ini, WhatsApp buru-buru mengungkapkan bahwa semua percakapan masih tetap terenkripsi secara end-to-end. Artinya, tidak ada informasi penting pengguna yang dibagikan kepada Facebook. Data yang dikirim hanya informasi browser, zona waktu, alamat IP, daftar kontak, serta data diagnostik.

Kendati WhatsApp telah menegaskan hal tersebut, tetap saja keamanannya tidak terjamin. Ada pola yang dapat terbaca dan diolah dari daftar kontak dengan siapa pengguna berkomunikasi. Setelah itu data ini berpotensi digunakan untuk tujuan meningkatkan pemasaran platform.

Ancaman masa depan

Meskipun privasi ini masih dibatasi, namun tidak menutup kemungkinan diberlakukannya kebijakan yang lebih bebas lagi. Apalagi selama ini Facebook belum maksimal mendapatkan keuntungan dari WhatsApp yang diakuisisi semenjak 2014 lalu.

Ketika tidak ada kerahasian dari data pribadi, maka ini adalah ancaman bagi kelangsungan kehidupan di zaman era digital.

Saatnya beralih

Banyak aktivis di seluruh dunia, terutama Elon Musk, yang mengajak masyarakat untuk beralih ke platform open source. Ia (sumber terbuka) adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan source code (kode sumber) yang tersedia bebas.

Raja mobil listrik itu menawarkan aplikasi pesan seperti Telegram, Signal atau opsi obrolan dalam browser yang sangat menghargai privasi pengguna.

Kesadaran akan pentingnya privasi yang semakin meningkat menjadi masalah yang harus dihadapi Facebook. Apalagi semakin banyaknya platform obrolan dan media sosial yang telah eksis sebagai pesaingnya. Masa depan WhatsApp dan Facebook di ujung tanduk.

Menuju internet yang lebih aman

Tidak dapat disangkal, pembaruan kebijakan privasi WhatsApp merupakan upaya untuk memonetisasi platform anak perusahaan Facebook itu dan membawanya ke ekosistem global.

Meskipun begitu, tentu kenyamanan pengguna harus menjadi yang utama. Jika kebijakan ini tetap dipaksakan, saatnya beralih dan memilih.