Kecintaan manusia dan fitnah dunia

Islam untuk Pemula 07 Apr 2021 Komiruddin
Komiruddin
Kecintaan manusia dan fitnah dunia
Kecintaan manusia dan fitnah dunia © Daan Holthausen | Dreamstime.com

Firman Allah Taala:

 “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (Surga).”

(Quran surah aal-i Imran, 3:14)

Kecintaan manusia dan fitnah dunia

Allah SWT menyebutkan kecintaan manusia kepada tiga jenis kesenangan, yaitu wanita, anak dan harta yang banyak. Pada harta yang banyak, Allah memperinci. Urutan pertama adalah emas dan perak. Lalu setelah itu kuda yang bagus, hewan ternak dan sawah ladang.

Emas dan perak adalah lambang mata uang. Ditempatkan diurutan pertama bukan tanpa alasan. Sebab dengannya kuda yang merupakan representasi dari kendaraan, hewan dan sawah ladang bisa didapatkan.

Bisa jadi kita sudah banyak memberi dalam bentuk bantuan dan jasa. Kita sering baksos, melakukan pengobatan gratis, membantu di saat bencana, memberikan bingkisan setiap Lebaran, membagikan daging saat Idul Adha dan lain sebagainya, tapi yang paling diingat dan terasa adalah kalau kita memberi uang.

Jadi masalah harta terutama uang adalah masalah yang sangat sensitif. Jika kita tidak pandai-pandai menjaga diri dan hati, ia dapat menjerumuskan kepada kesengsaraan.

Rasulullah SAW mengatakan bahwa setiap umat itu memiliki ujian dan ujian umatku adalah harta.  

“Sesungguhnya setiap umat memiliki ujian, dan ujian umatku adalah harta.”

(Hadis riwayat at-Tirmidzi, no. 2336; Ahmad 4/160; Ibnu Hibbân no. 3223; al-Hakim 4/318; al-Qudhai dalam Asy-Syihab no. 1022; dishahihkan oleh Syaikh Salim al-Hilali dalam Silsilah al-Manahi asy-Syar’iyyah, 4/194)

Harta dan fitnah atau ujian di dunia

Allah  Taala juga menjelaskan kadang manusia sangat berlebihan dalam mencintai harta.

“Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.”

(Quran surah al-Fajr, 89:20)

Harta menjadi fitnah (ujian) bila tidak dikeluarkan zakatnya dan jarang berinfaq (berbagi), sebab akan menimbulkan iri dan dengki bagi orang miskin yang melihatnya.

Harta akan menjadi fitnah jika ia adalah amanah (titipan) yang harus disampaikan, lalu ditahan atau ditunda-tunda.

“Dari ‘Uqbah, dia berkata: Aku pernah shalat ‘ashar di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di kota Madinah. Setelah salam, tiba-tiba beliau berdiri dengan tergesa-gesa sambil melangkahi leher-leher orang banyak menuju sebagian kamar isteri-isterinya. Orang-orang pun merasa heran dengan ketergesa-gesaan beliau. Setelah itu beliau keluar kembali menemui orang banyak, dan beliau lihat orang-orang merasa heran. Maka beliau pun bersabda: Aku teringat dengan sebatang emas yang ada pada kami. Aku khawatir itu dapat menggangguku, maka aku perintahkan untuk dibagi-bagikan.”

(Hadis riwayat Bukhari, vol. 1 no. 810)

Harta akan menjadi fitnah bila kita selalu melihat ke atas dan tak pernah merasa puas dengan yang ada.

“Barangsiapa yang melihat orang yang diberi kelebihan bentuk tubuh dan rezeki, maka hendaklah dia melihat orang yang di bawahnya yaitu orang yang diunggulinya. Karena hal itu lebih pantas agar dia tidak meremehkan nikmat Allah yang dianugerahkan padanya.”

(Hadis riwayat at-Tirmidzi)

Baginda Rasulullah SAW juga memerintahkan agar  mengurangi bertamu dengan orang-orang kaya.

 “Kurangilah kunjungan ke orang-orang kaya, karena itu lebih baik agar kakalian tidak meremehkan nikmat Allah.”

(Hadis riwayat al-Hakim)

Itulah harta dunia. Siapa yang mengambilnya sesuai dengan ketentuan Allah SWT akan selamat. Siapa yang mengambilnya secara berlebihan dan melampau ketentuan akan celaka.

Semoga Allah Taala menjauhkan kita semua dari fitnah dunia.