Keistimewaan Luqman al-Hakim dalam al-Quran

Al-Quran Kkartika Sustry 02-Nov-2020
dreamstime_s_178736981 (1)
Keistimewaan Luqman Al-Hakim dalam al-Quran © Nanangsholahudin | Dreamstime.com

Dialah bernama Luqman Hakim, salah seorang yang istimewa. Bukanlah dari golongan Nabi dan Rasul tetapi namanya disebut dalam al-Quran pada surah Luqman, ayat 13. Namanya yang dikenal sebagai panutan orangtua dalam menasehati anaknya. Bahkan, dengan sebutan lembut kepada anaknya ‘Ya, bunayya’.

Luqman Hakim mendapatkan keistimewaan dari Allah SWT berupa ilmu hikmah. Sebagaimana dalam surah Luqman, ayat 12:

“Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmat kepada Luqman.”

Petunjuk jalan lurus, pengetahuan dengan perilaku saleh

Nah, kata hikmah dalam surah tersebut memiliki banyak arti. Bisa diartikan rangkaian kata-kata yang menjadi bahan renungan dan telah mengalir dari satu generasi ke generasi yang lain.

Ada pendapat lain mengatakan bahwa al-hikmah adalah petunjuk jalan lurus menuju keselamatan dan kebenaran dalam keyakinan. Bertingkah laku, berucap, dan melangkah, menurut sisi pandang Allah SWT.

Kemudian Ibnu Manzhur dalam Kamus Arabnya mengatakan, ‘Mengenali hal-hal paling utama dengan pengetahuan paling utama’. Artinya bisa dimaknai bahwa hikmah di sini berarti pengetahuan yang diikuti dengan perilaku yang saleh – hal inilah terdapat pada Luqman.

Ibnu Katsir mengatakan bahwa nama asli Luqman adalah Luqman bin Unaqa’ bin Sadun. Luqman merupakan seorang hamba yang patuh, dalam kehidupanya ialah seorang lelaki saleh yang bijaksana memiliki petunjuk yang lurus.

Banyak pendapat tentang asal tempat Luqman, ada yang berpendapat beliau dari Habsyah, ada juga yang berpendapat dia dari Sudan.

Wasiat kepada sang anak dalam surah Luqman, ayat 17

Ada suatu kisah Luqman diminta oleh tuannya untuk menyembelih seekor kambing. Setelah itu, tuannya meminta Luqman untuk memberikan dua potong bagian yang paling baik dari kambing.

Kemudian, Luqman memberikan bagian lidah dan hati kambing tadi. Kemudian majikannya bertanya, “Memang tidak ada yang lebih baik dari keduanya bila sudah menjadi baik, dan tidak ada yang lebih buruk dari keduanya bila sudah menjadi buruk.”

Ini di antara kisah tentang kebijaksanaan Luqman Hakim yang bisa kita ambil wasiat baiknya. Satu hal yang istimewa pada Luqman adalah wasiatnya kepada sang anak yang diabadikan Allah SWT dalam al-Quran, surah Luqman, ayat 17:

“Hai anakku, dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang ma’ruf dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”

Pada wasiat tersebut tentu kita bisa menjadikan acuan kepada anak anak untuk berbakti kepada orangtua, mendirikan salat, tidak berlaku sombong, beramal saleh, dan merendahkan suara.