Keluarga dan pembinaan generasi muda

Pria Tholhah Nuhin 12-Okt-2020
Cheerful muslim family playing on swing
Keluarga dan pembinaan generasi muda © Paulus Rusyanto | Dreamstime.com

Keluarga dan pembinaan generasi muda – Kita patut merenung sejenak, bagaimana kondisi generasi mendatang sekiranya remaja saat ini tumbuh dalam tatanan system yang jauh dari nilai- nilai Islam. Tidak heran jika kemudian lahir generasi yang tidak mengenal Islam bahkan justru memusuhi Islam, padahal mereka adalah bagian dari umat Islam.

Kita tidak menginginkan hal itu terjadi, maka langkah yang harus kita lakukan saat ini adalah bagaimana menyelamatkan generasi muda atau remaja kita di era dahsyatnya perkembangan IT dan gadget supaya tidak terjerumus ke dalam pusaran arus negatif globalisasi yang meliputi mereka dari berbagai arah.

Peran Keluarga

Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

(Surah at-Tahrim, 66:6)

Jadikan rumah anda sebagai tempat yang nyaman, penuh keteladanan dan jauh dari prilaku yang buruk. Dengan demikian anak anda yang sedang bertumbuh akan terbiasa dengan prilaku-prilaku yang baik. Remaja yang merupakan usia transisi antara anak-anak dan dewasa sangat membutuhkan panduan dan pedoman dalam melangkah.

Usia mereka penuh dengan pertanyaan dan pencarian identitas diri. Butuh pengakuan akan eksistensi dirinya, dan suka mencoba segala hal untuk memuaskan dahaga pencariannya itu.

Fungsikan keluarga sebagai tempat pembelajaran yang baik dengan mengefektifkan komunikasi antar anggota keluarga dalam bingkai akhlak Islami. Perlakukan anak remaja anda sebagai partner, teman diskusi yang saling terbuka.

Akhlak Islami

Tanyakan persoalan yang ia hadapi dan berikan jawaban bijak yang insya Allah, membuatnya merasa nyaman dalam naungan keluarganya. Hindari pengekangan terhadapnya tanpa alasan yang logis, sebab cara seperti itu hanya membuatnya akan jadi pembangkang.

Akhlak Islami yang dilihat remaja dalam rumahnya akan menjadi panduan baginya ketika berinteraksi dengan lingkungan luar. Dengan akhlak itu ia bisa menjaga diri dari hal-hal negatif yang ia temui dan bisa memposisikan dirinya dengan baik. Ibarat pohon, usia kanak-kanak merupakan akarnya dan usia remaja adalah batang yang mulai tumbuh.

Maka keluarga sangat berperan dalam mengantarkan pertumbuhan ini ke arah yang baik atau sebaliknya. Karena itu, upaya menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan rumah tangga secara tidak langsung akan membawa dampak baik bagi perkembangan anak di usia remaja.