Keluarga Surga Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a

dreamstime_s_190683541
Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a di Madinah © Sonyasgar | Dreamstime.com

Dalam buku biografi Abu Bakar Ash-Shiddiq karya Ali Muhammad Ash-Shallabi, beliau menerangkan bahwa tidak ada orang yang kedua orang tua, anak-anak, dan cucu-cucunya yang semuanya beriman, kecuali Abu Bakar r.a. Kelebihan ini tidak saja membuktikan akan keimanan tingkat tinggi, tetapi juga patut menjadi panutan bagi keluarga beriman.

Abu Quhafah, ayahanda Abu Bakar r.a masuk Islam ketika Fathu Makkah. Rasulullah SAW sendiri yang datang menemui dan menerima baiatnya. Ada hukum syariat yang mengiringi masuk Islamnya Abu Quhafah, yaitu bolehnya mencat rambut yang sudah beruban tetapi dengan warna yang bukan hitam.

Adapun ibunda Abu Bakar r.a bernama Salma binti Shakhr bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim. Beliau dipanggil Ummu Alkhair dan telah masuk Islam di awal fase kenabian.

Selanjutnya, Abu Bakar r.a memiliki empat orang istri yang dari mereka lahir tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Mereka adalah Qutailah binti Abd Uzza yang melahirkan Abdullah dan Asma, Ummu Ruman binti Amir yang melahirkan Abdurrahman  dan Aisyah, Asma binti Umais yang melahirkan Muhammad, serta Habibah binti Kharijah yang melahirkan Ummu Kultsum ketika Abu Bakar telah wafat.

Adapun anak-anak Abu Bakar Ash-Shiddiq, semuanya berperan dalam perjalanan dakwak Islam.

Anak-anak Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a

Pertama, Abdurrahman bin Abu Bakar r.a adalah anak beliau yang tertua. Abdurrahman masuk Islam ketika peristiwa perjanjian Hudaibiyah. Setelah itu ia menyertai Rasulullah SAW dan menjadi muslim yang baik.

Kedua, Abdullah bin Abu Bakar r.a yang berperan sebagai informan dan intelijen ketika peristiwa hijrah Rasulullah SAW. Beliau wafat terkena anak panah ketika pengepungan Kota Thaif.

Ketiga, Muhammad bin Abu Bakar r.a yang lahir ketika Haji Wada’. Ia hidup dalam pengasuhan Ali bin Abi Thalib r.a dan diangkat oleh beliau menjadi Gubernur Mesir.

Keempat, Asma binti Abu Bakar r.a yang sangat berperan dalam proses hijrah Rasulullah SAW. Setelah itu ia berhijrah dalam kondisi hamil bersama suaminya. Anaknya, Abdullah bin Zubair adalah bayi pertama yang dilahirkan setelah hijrah.

Kelima, Aisyah r.a ummul mukminin yang dikenal dengan sebutan Ash-Shiddiqah binti Ashiddiq. Beliau meriwayatkan 2210 hadis yang 174 di antaranya berkududukan muttafaq alaih (artinya sesuatu yang disepakati)

Keenam, Ummu Khultsum binti Abu Bakar r.a yang lahir ketika ayahnya telah tiada. Beliau menikah dengan sahabat mulia yang dijamin masuk surga, Thalhah bin Ubaidillah r.a.

Inilah potret keluarga keimanan Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. Sudah sepantasnya jika dalam sebuah hadis dikatakan bahwa Rasulullah SAW sangat mencintai Abu Bakar dan anaknya, Aisyah r.a.