Kemegahan Masjid Baiturrahman, Banda Aceh

Indra Sanak 19-Sep-2020
Mosque-Baiturrahman, BandaAceh
Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, Sumatera © Riza Azhari | Dreamstime.com

Masjid termegah di Provinsi Nanggroe, Aceh Darussalam ini adalah simbol perjuangan dan kekuatan masyarakat Islam. Terdapat dua versi sejarah tentang pertama sekali didirikannya Masjid Baiturrahman. Ada yang berpendapat pada tahun 1292 oleh Sultan Alauddin Johan Mahmudsyah, sumber lain menyebutkan tahun 1612 oleh Sultan Iskandar Muda. Terlepas dari polemik tersebut, Masjid Baiturrahman merupakan peninggalan dari masa keemasan Kesultanan Aceh.

Seiring waktu masjid ini tidak saja menjadi pusat keagamaan tetapi juga sebagai benteng pertahanan pada zaman kolonial. Tentara Belanda pernah membakarnya pada saat serangan ke Koetaradja, nama kota Banda Aceh dahulu kala, pada tahun 1873. Amukan warga tak dapat dibendung sehingga menewaskan salah seorang panglima mereka.

Untuk meredakan situasi pihak Belanda membangun kembali Masjid Baiturrahman. De Brechi yang menjadi arsiteknya mengadobsi gaya Mongolia. Proses pembangunan dimulai pada 1879 dan diselesaikan tahun 1881.

Pada tahun 1936, Gubernur Jenderal A. PH. Van Aken memerintahkan perluasan area masjid sekaligus membangun dua kubah di sisi kanan dan kiri bangunan utama. Pekerjaan ini dilanjutkan setelah Indonesia merdaka, pada tahun 1958-1965, bangunan masjid kembali diperluas dengan menambahkan dua kubah dan dua menara di sisi barat. Penambahan menara menjadi lima baru diselesaikan pada tahun 1992. Kubah dan menara yang berjumlah lima sekarang ini melambangkan lima sila dalam Pancasila.

Masjid Baiturrahman termasuk bangunan yang selamat saat digoncang gempa dan sapuan  gelombang tsunami setinggi dua puluh satu meter pada 26 Desember 2004. Meskipun begitu, terjadi beberapa kerusakan di bagian masjid yang menelan dana sebesar dua puluh miliar rupiah untuk merenovasinya.

Sekarang ini fisik bangunan masjid terpampang megah dari berbagai arah. Letaknya berada di tengah lapangan terbuka yang dihiasi taman yang ditumbuhi pohon kurma. Arsitektur bangunan masjid tertata dengan gaya khas berbagai negara. Bagian gerbang utama mengadopsi arsitektur klasik Belanda, serambi di depan pintu utama terlihat seperti arsitektur masjid di Spanyol, sedangkan ruang utama masjid seolah datang dari arsitektur kuno India.

Kini, Masjid Baiturrahman kerap didatangi dari penjuru negeri oleh mereka yang ingin memperdalam ilmu agama. Selain itu, masjid ini menjelma menjadi wadah interaksi sosial dan perkembangan kebudayaan rakyat Aceh.