Kemuliaan orang yang berilmu

Pendidikan Umri
Opini
Agama sebagai perekat
Agama sebagai perekat © Mehreen Fn | Dreamstime.com

Kalimat di bawah sangat populer di tengah masyarakat. Sebagian berpendapat itu adalah hadis Nabi Muhammad SAW. Sebagian lagi berpendapat itu bukan hadis. Kalimat ini terkait dengan tajuk artikel yaitu ‘Kemuliaan orang yang berilmu’.

“Siapa yang menginginkan dunia maka harus dengan ilmu, siapa yang menginginkan akhirat harus dengan ilmu, dan siapa yang menginginkan dunia dan akhirat maka harus dengan ilmu.”

(Imam Asy-Syafi’i)

Kemuliaan orang yang berilmu

Namun, muatan yang terkandung dalam kalimat di atas sangatlah indah dan memberi motivasi tinggi bagi para penuntut ilmu pengetahuan. Bagaimana tidak, kehidupan yang panjang dan melelahkan ini hanya akan mudah dijalani jika seseorang mau belajar menuntut ilmu, entah itu ilmu dunia atau ilmu akhirat atau bahkan keduanya.

Islam mewajibkan setiap orang untuk menuntut ilmu. Kata ‘Ilm di dalam al-Quran disebut sebanyak 105 kali dengan kata jadiannya disebut sebanyak 744 kali. Lalu dalam al-Quran juga terdapat kurang lebih 750 ayat rujukan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.

Sementara tidak ada agama atau kebudayaan lain yang menegaskan dengan begitu tegas akan kepentingan ilmu dalam kehidupan manusia. Ini membuktikan bahwa betapa tingginya kedudukan sains dan ilmu pengetahuan dalam al-Quran (Islam).

Al-Quran selalu memerintahkan kepada manusia untuk mendayagunakan potensi akal, pengamatan, pendengaran, semaksimal mungkin. Sejak awal pertama nabi Adam AS diciptakan maka pengajaran pertama adalah pemberian pengetahuan kepada nabi Adam tentang nama-nama (Lihat al-Quran surah Al-Baqarah ayat 31).

Allah SWT menjunjung tinggi derajat orang-orang yang berilmu.

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

(Al-Quran surah al-Mujadalah, ayat 11)

Ilmu adalah cahaya bagi hati

Ilmu adalah cahaya bagi hati nurani dan kehidupan bagi ruh, kebahagiaan, kedamaian dan ketentraman jiwa berawal dari ilmu pengetahuan. Itu terjadi sebab ilmu dapat menembus suatu yang samar, menemukan suatu yang hilang, dan menyingkap yang tersembunyi.

Selain itu, naluri manusia selalu ingin mengetahui hal-hal yang baru dan ingin mengungkap sesuatu yang menarik. Sementara di lain sisi, kebodohan merupakan sesuatu yang membosankan dan menyedihkan.

Sebab ia tidak pernah memunculkan sesuatu yang baru dan yang menyegarkan. Yang kemarin seperti hari ini, dan yang hari ini pun akan sama dengan yang akan terjadi besok.

“Maka katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”

(Al-Quran surah Thaha, ayat 114)

Bila ingin bahagia, tuntutlah ilmu pengetahuan sebanyak mungkin. Belajar setiap hari, galilah pengetahuan dari guru atau sahabat yang pintar. Serta raihlah segala manfaat, niscaya segala kesedihan akan sirna dalam kehidupan.

Terakhir, jangan lupa selalu berdoa kepada Allah SWT Yang Maha Memiliki Segala Ilmu dunia dan akhirat, supaya dituntun dalam mencari ilmu pengetahuan.