Kenali Istihadah masa sucimu

Wanita Kkartika Sustry
Terbaru oleh Kkartika Sustry
Kenali Istihadah masa sucimu
Kenali Istihadah masa sucimu © Alena Menshikova | Dreamstime.com

Setiap perempuan mengalami masa haid atau menstruasi yang menjadi jeda dalam sebulan untuk menjalankan kewajiban ibadah seperti salat.

Tetapi bukan berarti perempuan libur sepenuhnya. Ada sunah-sunah yang bisa ia lakukan.

Batasan haid normal dan yang harus diperhatikan

Haid merupakan darah yang keluar dari rahim seorang perempuan pada waktu-waktu tertentu yang bukan disebabkan oleh suatu penyakit atau persalinan, melainkan sunnatullaah yang telah ditetapkan. Allah SWT berfirman:

“Mereka bertanya kepadamu tentang (darah) haid. Katakanlah: Dia itu adalah suatu kotoran (najis). Oleh karena itu hendaklah kalian menjauhkan diri dari wanita di tempat haidnya (kemaluan). Dan janganlah kalian mendekati mereka, sebelum mereka suci (dari haid)…”

(Quran surah al-Baqarah, ayat 222)

Ayat tersebut memperkuat bahwa masa haid seorang perempuan mengakibatkan agar tidak melaksanakan salat, puasa maupun thawaf ketika di tanah suci. Masa haid perempuan dan penyebabnya juga berbeda-beda tetapi bukan suatu masalah jika masih dengan batasan yang normal.

Setiap perempuan berbeda-beda waktu datangnya haid tersebut. Ada yang di awal bulan, ada yang di pertengahan juga ada yang di akhir bulan dengan siklus masing-masing.

Umumnya masa haid tersebut antara 1-7 hari dengan tingkat kesuburan masing-masing, dalam Islam juga diatur bahwa orang yang sedang haid dibebastugaskan dari salat dan puasa.

Akan tetapi masa haid ini pula seringkali mengeco dan membuat para perempuan yang belum paham akan terlena dengan masa haid yang panjang. Padahal ada batasan haid yang normal dan ada pula yang harus diperhatikan.

Menurut Mazhab Syafi’iyyah, batasan minimal masa haid adalah sehari semalam dan maksimal 15 hari, jika lebih dari 15 hari dalam sebulan maka darah itu disebut darah istihadah dan wajib bagi perempuan tersebut untuk mandi dan salat.

Kenali Istihadah masa sucimu

Istihadah yakni keluarnya darah seorang perempuan yang menyerupai haid, hanya saja sudah di luar hitungan siklus haid. Lantas bagaimana kita bisa mengetahui bahwa itu masih darah haid atau sudah istihadah? Hal yang perlu diperhatikan adalah dengan melihat siklus haid seseorang.

Dalam hal ini kita contohkan saja, si fulan haid di awal bulan selama lima hari. Kemudian sudah selesai dan salat tetapi di pertengahan bulan darah keluar lagi, dan masanya lebih daripada 10 hari.

Maka, hal ini sudah melewati batasan haid sehingga perempuan yang mengalami hal tersebut hendaknya mandi wajib dan melaksanakan salat. Inilah yang dinamakan darah yang keluar bukanlah uzur syar’i untuk salat, melainkan sudah penyakit yang mesti diperhatikan dan disembuhkan dengan pergi ke dokter.

Kadangkala kita tidak menyadari dan salah kaprah, dengan adanya siklus haid terjadi dua kali dalam sebulan. Hal ini pula yang mesti kita perhatikan, jangan sampai siklus yang dianggap normal tetapi melebihi masa yang ditentukan dalam Islam.

Mulia sekali perempuan dengan diberi kesempatan haid dan nifas, namun tetap mewaspadai adanya istihadah. Jika tidak memahami kondisinya maka dikhawatirkan akan terjebak dalam dosa karena meninggalkan kewajiban untuk salat, puasa dan ibadah yang lain.

Oleh karena itu, mari bersama-sama kita selalu belajar mengenali siklus haid masing-masing agar terhindar dari dosa. Semoga selalu diberi kemudahan dalam menjalankan kebaikan, aamin.