Kerja keras hingga napas terakhirmu!

Filsafat Asna Marsono
Opini oleh Asna Marsono
Kerja keras hingga napas terakhirmu!
Kerja keras hingga napas terakhirmu! © Ann Rodchua | Dreamstime.com

“Sekiranya hari kiamat hendak terjadi, sedangkan di tangan salah seorang di antara kalian ada bibit kurma maka apabila dia mampu menanamnya sebelum terjadinya kiamat maka hendaklah dia menanamnya.”

(Hadis riwayat Imam Ahmad, 3/183)

Meski kita tahu bahwa tidak akan ada manusia yang dapat memakan kurma dalam keadaan saat kiamat tiba, namun hadis ini merefleksikan pelajaran yang berharga dari sudut pandang Islam.

Bekerja keras untuk dunia dan akhirat

Tidak ada jalan yang berbeda untuk dunia dan untuk akhirat, dua jalan tersebut sama. Jalan menuju akhirat disebut ‘Ibadah’ dan jalan menuju dunia ini disebut ‘pekerjaan’.

Jalan untuk keduanya sama dan dua hal telah datang bersama-sama dalam satu cara. Dan jalan ini dimulai dari ketika manusia masih berada di dunia dan berakhir di akhirat nanti. Ini adalah jalan di mana ibadah tidak berbeda dengan pekerjaan; Di mata Islam, keduanya adalah hal yang sama dan posisi keduanya berdampingan.

Setelah bersatu kembali, tujuan dan tujuan hamba menjadi sama. Bagi yang beriman, semua pekerjaan dunia adalah ibadah dan melalui ibadah, pekerjaan dunia juga menjadi mudah dan hidup.

Setiap pekerjaan seorang Muslim adalah ibadah

Sama seperti tubuh dan jiwa tidak dapat dibayangkan secara terpisah, juga dengan ibadah dan bekerja. Jika sesuai dengan amar ma’ruf nahi munkar, setiap pekerjaan akan mendapat balasan pahala dari Allah SWT.

Dari salah satu hadis Arbain dijelaskan:

“Wahai Rasululullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka salat sebagaimana kami salat, mereka puasa sebagaimana kami puasa dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka (sedang kami tidak dapat melakukannya).”

 

“(Rasulullah) bersabda: Bukankah Allah telah membuatkan banyak jalan untuk kalian bersedekah? Sesungguhnya pada setiap tasbih (satu kali itu) terhitung sedekah, takbir adalah sedekah, tahmid adalah sedekah, tahlil adalah sedekah, mengajak orang kepada kebaikan itu sedekah, dan melarang orang dari kemungkaran juga sedekah. Bahkan pada kemaluan seorang di antara kalian ada sedekahnya.”

 

“Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, apakah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya kemudian dia mendapatkan pahala dari situ? Baginda menjawab: Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan dijalan yang haram, bukankah baginya dosa? Demikianlah halnya jika hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal, maka baginya mendapatkan pahala.”

(Hadis riwayat Muslim)

Tidak ada tempat untuk putus asa setelah kerja keras dan ketekunan dalam ajaran-ajaran Rasulullah SAW. Ambil tindakan, bekerja keras, dan percaya pada menit-menit terakhir.

Bekerja keras sampai napas terakhir

Bekerja keras bahkan di saat-saat terakhir kehidupan. Jangan berhenti karena frustrasi tentang apa hasilnya nanti. Semua hambatan, ketidakmungkinan, atau ketakutan tidak berbobot dan mereka tentu tidak dapat menghalangi pekerjaan apa pun.

Teruslah berusaha, dan serahkan kepada Allah Taala untuk memutuskan kapan dan bagaimana ia akan berbuah. Bekerja dengan penuh keyakinan, jika ada hambatan dalam pekerjaan apa pun, jangan menyerah.

Inilah jalan yang disarankan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Baginda selalu bekerja tanpa memikirkan apa yang akan terjadi setelahnya. Meski Baginda tahu bahwa kaum Quraish bisa bersekongkol melawannya dan membunuhnya. Nabi dan teman-temannya yang percaya bahwa umatnya mungkin mati kelaparan di tengah-tengah pengepungan brutal Quraish.

Selain buah dari kerja keras, Nabi Muhammad SAW juga selalu bergantung pada Allah SWT setiap saat. Sampai Allah memutuskan, Rasulullah tetap berusaha sebaik mungkin. Inilah jalan yang dilalui Baginda.

Bukan tugasmu untuk mencoba dan mencari tahu apa hasilnya nanti. Ikutilah jalan yang telah diikuti oleh Nabi Muhammad SAW kita yang tercinta.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.