Kesadaran dalam merasa aman dan azab Allah SWT

Kehidupan Tholhah Nuhin 19-Sep-2020
dreamstime_s_176558978
Kesadaran dalam merasa aman dan azab Allah SWT © Muhammad Annurmal | Dreamstime.com

Dalam kehidupan yang fana ini, kita harus selalu waspada terhadap apa yang akan terjadi dan apa yang telah diputuskan Allah SWT. Kewaspadaan kita dalam kehidupan ini, akan memotivasi kita untuk senantiasa menjaga dan menguatkan keimanan kepada Allah.

Kekuatan iman yang ada dalam jiwa kitalah yang selalu siap menghadapi apapun yang terjadi sesuai dengan keputusan Allah SWT, termasuk bencana alam. Bencana yang bisa tiba-tiba terjadi kapanpun dan di manapun.

Karena kita meyakini bahwa semua telah tertulis rapi dalam kada dan kadar-Nya. Coba kita perhatikan ayat-ayat Allah SWT dalam Quran, surah al-Hadid 57,  ayat 22-23 ini:

  • Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah SWT.
  • (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah SWT tidak menyukai Setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Kewaspadaan terhadap ujian, cobaan, azab dan siksaan Allah SWT harus terpatri dalam jiwa kita, kapanpun dan dimanapun. Termasuk waspada terhadap gempa, tsunami, letusan gunung berapi dan bencana yang lain yang akan terjadi di sekitar kitaa. Coba perhatikan ayat-ayat dari surah -al-A’raaf, ayat 97-99 di bawah ini:

  • Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?
  • Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?
  • Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.

Imam Ibnu Katsir r.a berkata: “Dan oleh karena itu Imam Al-Hasan Al-Bashary, semoga Allah merahmatinya: Seorang mukmin selalu melakukan ketaatan sedangkan ia merasa khawatir dan takut. Sementara orang yang fajir (jahat) selalu melakukan kemaksiatan sedangkan ia merasa aman.”