Kesihatan jasmani dan rohani sesuai Islam

Makanan Muhammad Nassar 12-Jun-2020
Makanan yang baik © Vladimir Pogorelov | Dreamstime.com

Agama Islam mengharuskan semua Muslim untuk menjaga kesihatan mereka karena dengan badan yang sehat, kita dapat melaksanakan ibadah dengan baik. Bayangkan jika kita sakit, maka kita akan kesulitan melakukan sholat ataupun puasa. Bukan hanya ibadah yang akan terbengkalai, aktivitas sehari-hari pun akan terganggu jika kita sakit.

Dengan kata lain, kesihatan adalah modal kita untuk dapat terus melakukan ibadah dengan lancar dan tanpa hambatan. Bentuk kesihatan yang dibahas dalam terminologi agama Islam meliputi kesihatan jasmani (ash Shihah) dan juga kesihatan rohani (al Afiat). Kedua jenis kesihatan itu saling terikat dan mempengaruhi satu sama lain. Berikut akan dibahas konsep kesihatan jasmani dan rohani menurut Islam. 

Kesihatan jasmani 

  1. Menjaga kebersihan dan kesucian diri, yang mana hal ini meliputi segala aspek yang ada di seluruh tubuh kita, bagian-bagian tubuh yang terlihat maupun tidak, makanan yang kita makan, pakaian yang kita gunakan baik saat beribadah maupun yang digunakan sehari-hari, tempat yang kita tinggali seperti rumah dan lingkungan sekitarnya. 
  2. Islam mengajarkan untuk memakan makanan yang halal dan baik. Seorang Muslim wajib untuk menjaga makanannya dari hal-hal yang dapat memicu sakit. Dalam surat Al Maidah, ayat 88 dan Al Baqarah, ayat 168 disebutkan dalil yang menyebutkan bahwa makanan yang dimakan oleh seorang Muslim haruslah yang halal agar terhindar dari setan dan hal-hal yang terkutuk. Kesihatan jasmani sangat ditentukan oleh makanan yang masuk ke badan kita. 
  3. Melakukan olahraga juga dianjurkan bagi umat Islam oleh Nabi Muhammad SAW. Pada zaman Nabi dulu, olahraga yang sering dilakukan antara lain berkuda, memanah, berenang dan berlari. Dengan melakukan olahraga, diharapkan kaum Muslim dapat menjadi manusia yang sehat dan kuat. 

Kesihatan rohani

  1. Memperbanyak ibadah adalah hal yang terpenting yang harus dilakukan untuk membuat kesihatan rohani tetap prima. Orang yang selalu beribadah akan mendapatkan ketenangan hati dan jiwa.
  2. Memperbanyak dzikir adalah salah satu cara untuk mengingatkan diri kita kepada Allah SWT. Dengan selalu ingat kepada-Nya tentu kita dapat membatasi diri untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan syariat Islam.
  3. Selalu berprasangka baik (khusnudzon) adalah sikap yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya agar jiwa menjadi lebih tenang. Berpikir positif bukan hanya tentang apa yang manusia lain pikirkan tentang kita, namun juga harus berpikir positif tentang apa yang Allah akan takdirkan untuk kita.
  4. Berlaku ikhlas menurut Al-Qurtubi, adalah hal yang harus dilakukan agar perbuatan yang kita lakukan murni tanpa ada pengaruh dari orang lain. Dengan berhati ikhlas, maka hati akan lebih enteng dalam melakukan segala hal di dunia ini.
  5. Selalu memiliki sifat sabar juga memberikan efek yang baik bagi kesihatan rohani kita. Sabar di sini memiliki arti yang luas, sabar bukan hanya dalam menghadapi masalah yang terjadi namun juga sabar dalam melaksanakan ibadah kepada Allah,sabar menjauhi maksiat dan sabar tidak mencela takdir.
  6. Mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita bukan hanya membuat kesihatan rohani membaik, namun juga secara syar’i hal tersebut wajib dimiliki oleh umat Islam di manapun berada.
  7. Hati adalah sumber dari kesihatan rohani. Jika kita dapat menjaga hati dengan baik, maka sudah pasti kesihatan rohani akan terjaga dengan baik. Jangan pernah ada bentuk-bentuk sifat jelek yang menodai kesucian hati kita.