Ketahui pandangan Islam dari sikap bohong

Pendidikan Asna Marsono
Pilihan
Ketahui pandangan Islam dari sikap bohong
Ketahui pandangan Islam dari sikap bohong © Reza Fahmi Kalkasandi | Dreamstime.com

Salah satu ajaran Islam yang penting adalah berpegang teguh pada kejujuran dan menahan diri dari berbohong. Tanpa itu, tidak ada yang bisa menjadi umat saleh secara sempurna.

Dalam Kitab suci Al-Quran, Allah Taala berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan kepada orang-orang yang benar.”

(Quran surah at-Taubah, 9: 119)

Ketahui pandangan Islam dari sikap bohong

Menyoroti konsekuensi dari kebenaran dan kepalsuan, Rasulullah SAW berkata:

“Berlakulah jujur, sesunguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan, dan kebaikan akan menghantarkan ke surga. Dan, seseorang yang senantiasa berlaku jujur akan tercatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Jauhilah dusta. Sesungguhnya dusta akan membawa kepada kejahatan dan kejahatan itu akan menjerumuskan seseorang ke dalam neraka. Seseorang yang sering berdusta akan tercatat disisi Allah sebagai seorang pendusta.”

(Hadis riwayat Muslim)

Dalam hadis ini, Rasulullah SAW sangat mengimbau kita untuk mematuhi kebenaran dan menahan diri untuk tidak berbohong. Itulah sebabnya selalu wajib, untuk mengatakan yang sebenarnya, dan haram untuk berbohong.

Sikap bohong adalah gangguan karakteristik

Berbohong adalah kebiasaan terburuk yang keji. Tidak ada lagi kejahatan yang lebih keji selain berbohong. Allah SWT dan Rasul-Nya tidak menyukai orang-orang yang suka berdusta.

Kitab Suci Al-Quran dan Hadis berbicara tentang konsekuensi mengerikan dari sikap bohong. Tidak ada yang percaya orang-orang yang terbiasa berdusta. Karena orang-orang tertipu ketika mereka jatuh ke dalam cengkeraman orang-orang ini.

Mengapa berbohong itu keji? Karena kebihohongan itu sifatnya akan berlanjut. Satu kebohongan akan mengarah ke kalimat dusta lainnya. Sangat sulit untuk menyerah ketika orang telah berdusta walaupun kecil namun sering.

Kebohongan dapat menyebabkan bencana dalam keluarga, masyarakat, dan negara. Banyak orang yang tidak bersalah telah ditipu dan sangat dirugikan oleh kebohongan pembohong.

Berbohong adalah karakteristik munafik

Dalam Al-Quran, Allah SWT menyebutkan berbohong sebagai salah satu dari sifat-sifat munafik. Allah berfirman:

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta.”

(Quran surah al-Baqarah, 2:10)

Dengan demikian, jelas dari ayat-ayat Al-Quran dan hadis Nabi bahwa kebiasaan berbohong adalah ciri orang-orang munafik.

Meninggalkan kebohongan adalah cabang iman

Abu Bakar As-Siddiq r.a berkata, “Jauhi kebohongan. Karena berbohong bertentangan dengan iman.” Maka orang yang sering berbohong atau berdusta adalah orang yang imannya tidak kuat.

Diriwayatkan dari Sa’d Ibnu Abi Waqqas r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang beriman mungkin memiliki berbagai kekurangan dalam sifatnya sebagai manusia. Tetapi, dia tidak bisa menjadi pembohong dan penipu.”

Dengan demikian, berbohong adalah tindakan keji di mata Islam dan harus dihindari.

Kasus di mana berbohong diperbolehkan

Dalam tiga kasus, berbohong diperbolehkan dalam hadis. Tiga kasus itu adalah:

  1.  Berbohong adalah hukum dalam perang
  2. Adalah halal untuk berbohong untuk mencapai kesepakatan antara kedua belah pihak untuk sebuah perselisihan
  3. Berbohong juga sah dalam rangka menciptakan cinta dan keharmonisan antara suami dan istri

Cara untuk menghindari berbohong

Kita harus menghindari berbohong. Ada indikasi yang jelas dalam Al-Quran maupun Hadis tentang bagaimana menyingkirkannya. Yang pertama tentu adalah niat untuk tidak melakukan perbuatan dusta lagi. Seseorang harus yakin bahwa dirinya akan selalu mencoba mengatakan yang sebenarnya, sepahit apapun kenyataan itu. Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”

(Quran surah al-Ahzaab, 33:70)

Jadi harus selalu berhati-hati, apakah apa yang dikatakan benar atau salah. Orang yang beriman akan mencoba untuk menjadi jujur dan berdoa pada Allah SWT untuk memberikannya kekuatan agar tetap teguh dalah berkata jujur, maka Allah akan mengabulkannya.

Semoga Allah Taala memberi kita karunia untuk memahami bahaya dari perbuatan bohong dan meninggalkan kebohongan dan tetap tabah pada kebenaran. Amin, ya Robbal ‘aalamin.