Ketenangan di Masjid Mahligai Minang

Perjalanan Sanak 08-Nov-2020
dreamstime_s_112260188
Ketenangan di Masjid Mahligai Minang © yasrial chandra | Dreamstime.com

Padang. Ibu kota Sumatera Barat ini semakin menawan semenjak dibangunnya Masjid Raya Mahligai Minang. Masjid Raya Sumatera Barat atau dikenal dengan Masjid Mahligai Minang ini terletak di Jalan Khatib Sulaiman dan Jalan Ahmad Dahlan, Kota Padang, Sumatera Barat.

Masjid Mahligai Minang dibangun di atas lahan seluas 41 meter persegi, dengan luas bangunan 18 ribu meter persegi. Daya tampung 20 ribu jamaah menjadikannya salah satu Masjid terbesar di provinsi ini.

Masjid tiga lantai, interior mirip Hajar Aswad

Rizal Muslimin adalah arsitek dibalik kemegahan Masjid Mahligai Minang. Tak tanggung-tanggung, ia mengalahkan 323 arsitek dari berbagai negara untuk menjadi pemenang dari sayembara arsitektur masjid.

Bangunan utama masjid terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama digunakan sebagai tempat berwudu,  lantai kedua dijadikan sebagai tempat ruang utama untuk salat berjamaah, dan lantai ketiga digunakan untuk beristirahat bagi para pengunjung yang datang dari tempat yang jauh, bisa juga cadangan jika lantai kedua penuh.

Interior masjid mirip dengan Hajar Aswad yang dihiasi oleh ukiran kaligrafi Asmaul Husna. Kaligrafi tersebut berwarna keemasan dengan latar putih. Di bagian bawah lantai dilengkapi dengan permadani atau karpet berwarna merah yang berfungsi sebagai sajadah. Menurut informasi masyarakat setempat, permadani tersebut adalah hadiah dari Pemerintah Turki.

Pada bagian samping masjid terdapat menara yang megah. Sekilas desainnya mirip dengan Masjid Nabawi yang ada di kota Nabi Muhammad SAW. Meskipun hanya satu, tak mengurangi keserasian bangunan utamanya.

Atap lengkung tradisional, masjid dibangun tahan gempa bumi

Hal unik lainnya adalah Masjid Mahligai Minang tidak memiliki kubah sebagaimana masjid pada umumnya. Atapnya merupakan interpretasi pola gonjong rumah gadang, rumah adat Minangkabau dengan empat sudut lancip.

Di lain pihak banyak yang mengatakan bahwa atap masjid terinspirasi dari potongan kain untuk mengangkat Hajar Aswad ketika peristiwa Renovasi Kakbah pada masa Rasulullah SAW. Dalam peristiwa tersebut Nabi Muhammad mencegah pertikaian kabilah Quraisy dengan mengusulkan pendapat yang diterima oleh semua pihak.

Masjid Mahligai Minang mulai dibangun ketika terjadi gempa dahsyat di Sumatera Barat pada tahun 2007. Karenanya masjid ini dirancang khusus untuk tahan terhadap gempa bumi hingga 10 magnitudo. Sehingga selain menjadi pusat keagamaan, masjid ini juga bisa digunakan sebagai lokasi evakuasi apabila bencana terjadi.

Jika pembaca berliburan ke Kota Padang, harus sempatkan salat di Masjid Mahligai Minang.