Keunikan sidik jari atau finger print

Teknologi 10 Apr 2021 Sanak
Terbaru oleh Sanak
Keunikan sidik jari atau finger print
Keunikan sidik jari atau finger print © Mreco99 | Dreamstime.com

Di beberapa kantor dan perusahaan, sidik jari atau finger print menjadi salah satu data masukan sebagai penanda kehadiran. Hal itu dikarenakan seluruh manusia di dunia diciptakan dengan sidik jari yang berbeda-beda satu sama lainnya.

Garis-garis pada jari tersebut ada yang vertikal, horizontal, gabungan keduanya, ataupun berbentuk lengkungan-lengkungan. Ternyata keunikannya baru ditemukan pada abad ke 19.

Sejarah penemuan sidik jari

Awalnya sidik jari hanya dianggap garis-garis tangan pada umumnya yang tidak bermakna apa-apa. Adalah Johann Christoph Andreas Meyer, seorang ahli anatomi Jerman yang memperkenalkan keunikan sidik jari pada tahun 1978.

Pernyataan ini memancing Sir William James Herschel pada tahun 1558, untuk mempelajari lebih lanjut meski hanya sebatas membahas keistimewaannya saja. Penelitian untuk menjadikan sidik jari sebagai identitas diri dilakukan oleh Sir Francis Golt pada tahun 1880. Hasil penelitiannya memberikan kesimpulan bahwa sidik jari manusia itu berbeda.

Perkembangan selanjutnya, banyak ilmuwan yang mengkaji sidik jari ini. Akhirnya, pada tahun 1960-an ditemukan sebuah alat teknologi sidik jari dengan sistem elektronik. Teknologi ini pertama sekali digunakan oleh Federal Bereau Investigation (FBI) di Amerika Serikat.

FBI sangat terbantu dengan teknologi sidik jari ini. Mereka menggunakan alat tersebut untuk mengidentifikasi kasus-kasus yang mereka tangani sehingga dengan mudah menemukan data diri seseorang yang melakukan tindak kejahatan. Tercatat pada tahun 1989 mereka bisa menngumpulkan 175 juta sidik jari di Negara Adidaya tersebut.

Sekarang ini teknologi sidik jari tidak saja digunakan untuk mengungkap pelaku kejahatan, melainkan juga digunakan untuk mesin absensi, akses kontrol pintu, sistem payment, data secure, dan keperluan penting lainnya. Bahkan muncul disiplin ilmu baru, daktiloskopi yang secara khusus mempelajari tentang sidik jari.

Sidik jari dalam kalam Ilahi

Fakta keunikan sidik jari telah lebih dahulu dipelajari oleh Ilmuwan Islam. Beliau adalah Rashid Al-Din Hamadani (1247-1318), seorang dokter muslim dari Persia. Dalam karyanya, Tawarikh, beliau menuliskan bahwa tidak ada dua individu yang memiiliki sidik jari yang sama.

Sayangnya, penelitiannya ini dibantah dan kurang mendapat sokongan. Terlepas dari semua itu, di abad ketujuh, Allah SWT telah berfirman dalam al-Quran:

“Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna.”

(Quran surah al-Qiyamah, ayat 3-4)

Ayat tersebut menjelaskan tentang kekuasaan Allah Taala dalam menyatukan tulang belulang serta jari jemari manusia dengan sempurna. Penekanan sidik jari pada ayat tersebut memiliki makna yang khusus karena sidik jari manusia tidak ada yang sama.

Sehingga pemilihan kata organ tubuh sidik jari ini menjadi  tanda bagi mereka yang mau berpikir dan mentadabburi ayat-Nya.