Keutamaan buku sebagai teman

Kehidupan Umri 19-Okt-2020
dreamstime_s_169968611
Keutamaan buku sebagai teman © Lutfi Hanafi | Dreamstime.com

Seseorang bisa dilihat dengan siapa dia berteman. Ya, seperti apa temannya begitulah karakter seseorang itu. Sebuah buku disebut teman yang diam, buku tidak berbicara namun buku banyak memberikan pengajaran. Tidak salah jika dikatakan buku adalah teman terbaik seorang pelajar.

Buku adalah sumber kebahagiaan

Sekitar tahun 2010, Ustadz Syafrizal Mukhtar S.HI (Guru di Pondok Pesantren Qodratullah Langkan) memberikan wawasan kepada murid: “Jika mau melihat orang tersebut pintar apa tidak, maka datanglah ke rumahnya dan lihat seberapa banyak buku yang ia miliki.”

Jika bukunya banyak maka hampir bisa dipastikan dia orang pintar. Beliau menambahkan: “Beli saja buku suatu hari akan bermanfaat untukmu”. Perkataan itu melekat di hati dan pikiran saya sepanjang masa, akhirnya saya selalu membeli buku menyisihkan uang jajan untuk membeli satu atau dua buku kala itu.

Ia adalah sumber kebahagiaan jika mau meluangkan waktu untuk mengkaji, menyempatkan diri membaca, dan mengembangkan kekuatan otak dengan hikmah-hikmah. Al-Jahizh menasehati untuk selalu membaca buku untuk mengusir kesedihan hati, katanya:

“Buku adalah teman duduk yang tidak akan memujimu dengan berlebihan, sahabat yang tidak akan menipumu, dan teman yang tidak membuatmu bosan. Ia teman yang sangat toleran, dia tidak akan mengusirmu, dia tetangga yang tidak akan menyakitimu. Dia adalah teman yang tidak akan memaksamu mengeluarkan apa yang kau miliki. Dia tidak akan memperlakukanmu dengan tipu daya, tidak akan menipumu dengan kemunafikan, dan tidak akan membuat kebohongan.”

Induk dari semua buku adalah al-Quran

Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW berupa kitab al-Quran yang mulia. Kitab atau buku yang menjadi pedoman manusia untuk menjalani hidup di dunia dan akhirat.

Induk dari semua buku adalah al-Quran, kitab yang tidak pernah berubah isi kandungannya, membacanya bernilai pahala di sisi Allah SWT. Al-Quran menjadi kitab atau buku yang paling tinggi dan paling mulia.

“Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.”

(Al-Quran Surah al-A’raf ayat 2)

Membaca dipercaya dapat membuat pikiran menjadi tenang, membuat hati menjadi terarah dan memanfaatkan waktu tidak terbuang percuma. Abu Ubaidah mengatakan bahwa al-Muhallab pernah berkata kepada anak-anaknya dalam wasiat: “Wahai anak-anakku jangan kalian tinggal di pasar, kecuali dekat dengan pembuat besi dan pembuat kertas.”

Ketahuilah bahwa buku mampu menjadi teman dalam kesendirian. Tanpa disadari sebenarnya buku memberikan dorongan untuk mencoba sesuatu yang baru. Menggunakan nalarnya, meluruskan agama mereka dan mengembangkan harta mereka. Ia sangat kaya akan manfaat bagi pemilik dan pembacanya.