Khabib Nurmagomedov – nilai dakwah dalam momen tanding

Khabib-Instagram-241020
Khabib dan almarhum ayahnya © instagram.com/khabib_nurmagomedov

Siapa yang tidak mengenal Khabib Nurmagomedov? Pria yang  lahir pada tanggal 20 September 1988, di desa Sildi di Distrik Tsumadinsky, Dagestan (Republik Rusia) ini merupakan petarung Muslim yang mewarnai jagat dunia olahraga bela diri MMA (Mixed Martial Arts).

Debut Nurmagomedov di panggung MMA berlangsung 2008 lalu. Sebagai pendatang baru dia berhasil mencuri perhatian usai merebut empat kemenangan beruntun dalam sebulan.

Kemenangan demi kemenangan akhirnya mengantarkan Nurmagomedov ke panggung yang lebih megah, yakni arena UFC (Ultimate Fighting Championship). Pada akhir tahun 2011, Nurmagomedov akhirnya menandatangani kontrak laga internasional kelas ringan.

Tanpa Allah SWT, kita ini bukan siapa-siapa – Alhamdulillah!

Nama Khabib Nurmagomedov semakin bersinar usai mengalahkan Conor McGregor dalam ajang  UFC 229 pada Oktober 2018 lalu. Pertandingan ini melejitkan nama Khabib Nurmagomedov sebagai petarung MMA UFC tak terkalahkan sepanjang 28 kali pertarungannya.

Kejadian Oktober 2018 lalu, ketika pertarungan antara Khabib dan McGregor dipicu oleh perang kata-kata yang dilontarkan oleh McGregor. Sesumbar dengan kemampuannya, membuat McGregor menyindir dan berkata yang merendahkan ayah Khabib dan agamanya. Hal ini mengakibatkan terjadinya perselisihan yang berujung Khabib melompati pembatas oktagon dan menyerang beberapa tim McGregor.

Hal unik dan bernilai dakwah yang selalu dihadirkan oleh Khabib Nurmagomedov usai memenangkan pertandingan, ia bersujud syukur atas kemenangan yang diraih. Sembari itu ia juga menunjuk ke atas, yang mengisyaratkan bahwa kemenangan yang ia peroleh bukan karena kehebatannya, tapi ini semua karena Allah SWT.

Khabib selalu bangga dengan agamanya dan tak sungkan menunjukkan identitas keislamannya. Maka tak heran setiap kali merebut gelar juara dari lawannya, kalimat pertama yang keluar dari mulut Khabib adalah ucapan Alhamdulillah.

“Pertama yang harus ku katakan adalah Alhamdulillah. Tanpa Allah SWT, kita ini bukan siapa-siapa. Tanpa Tuhan kita tidak bisa mendapatkan apa-apa,” tegas Khabib, seperti dikutip dari kanal YouTube resmi UFC.

Mempertahankan gelar juara dunia, memutuskan untuk pensiun

Hari ini 25 Oktober 2020, Khabib Nurmagomedov kembali mengukir sejarah dalam ajang MMA UFC 254 di Abu Dhabi. Dalam laga yang berhadapan antara dirinya dengan Justin Gaethje, ia kembali mempertahankan gelar juara dunia. Selesai pertandingan, seperti biasa Khabib bersujud dan kali ini sambil menangis.

Hari ini ia memutuskan untuk pensiun dari dunia MMA yang telah dia geluti, inilah kemenangan ke 29 tanpa kekalahan sekalipun. Namun kemenangannya  ini tanpa ayahnya, sang pelatihnya. Ayahnya Abdul Manap Nurmagomedov wafat beberapa pekan lalu sebelum pertandingan karena terkena COVID-19.

Keputusan pensiun dari dunia MMA diambil oleh Khabib Nurmagomedov, atas permintaan ibunya. Setelah kepergian ayahnya sebagai pelatihnya, ibunya berharap agar Khabib mengakhiri kiprahnya sebagai petarung. Tanpa pikir panjang, keputusan itu ia ambil dan bertekad akan terus membersamai ibunya untuk menunjukkan baktinya sebagai anak.

Lagi-lagi Khabib memberikan keteladanan kepada kita. Bahwa dipuncak karirnya dan di usia yang masih muda, ia telah membuat keputusan untuk gantung sarung tangan, demi memenuhi baktinya pada ibunya. Padahal, bela diri MMA telah mengantarkannya sebagai petarung hebat tak terkalahkan, bahkan diakui dunia.

Mulia hatimu Khabib. Semoga akan lahir Khabib selanjutnya yang akan terus memberikan warna dalam kehidupan. Bahwa apapun profesi dan jabatan, jangan pernah malu menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang memberikan kedamaian dan ketenangan dalam kehidupan.