Khalid bin Walid r.a, Pedang Allah Taala yang terhunus

Sejarah Kkartika Sustry
Terbaru oleh Kkartika Sustry
Khalid bin Walid r.a, Pedang Allah Taala yang terhunus
Khalid bin Walid r.a, Pedang Allah Taala yang terhunus (foto: Masjid Khalid bin Walid di Homs, Suriah, 2010) © AAlsaiad

Memori perjuangan Islam yang penuh dengan darah tercatat dalam sejarah. Bagaimana tidak para panglima perang banyak yang gugur dan syahid di jalan Allah SWT.

Sepenuh hati bahkan harta benda dan nyawa menjadi taruhan dalam membela agama Allah Taala.

Kerabat Rasulullah SAW yang awalnya memusuhi Islam

Ribuan nyawa bak kapas melayang gugur di medan perang, semua itu tidak lain untuk membela agama Allah SWT, Islam. Salah seorang yang mesti kita ketahui yang mendapat julukan ‘Pedang Allah Taala yang terhunus’ yaitu Khalid bin Walid r.a.

Khalid bin Walid r.a. salah seorang kerabat Rasulullah SAW yang awalnya memusuhi agama Islam. Bahkan, memimpin peperangan dalam melawan umat muslim pada saat itu.

Ketika Perang Uhud, beliau memukul mundur pasukan umat muslim dan mengalahkan mereka dalam peperangan. Namun, siapa sangka bahwa Allah Taala memberikan hidayah bagi Khalid bin Walid r.a. untuk meyakini agama Islam.

Khalid bin Walid r.a memiliki nama Khalid bin Walid bin al-Mugiroh al-Qurasy al-Makhzumy al-Makky, anak saudari Ummul Mukminin, Maimunah binti Al-Harits.

Khalid r.a seorang lelaki yang bertubuh kekar, berpundak lebar dan perawakan yang menyerupai Umar bin Khattab r.a. Selain itu, beliau memiliki keberanian dalam berperang. Rasulullah SAW pernah berkata “Jangan sakiti Khalid karena sesungguhnya ia adalah pedang di antara pedang-pedang Allah yang dia hunuskan pada orang-orang kafir.”

Khalid bin Walid r.a, Pedang Allah Taala yang terhunus

Khalid bin Walid r.a mendapat julukan pedang Allah Taala yang terhunus berdasarkan kisahnya ketika itu perang Yarmuk dan Yamamah ia menjadi panglima perang memimpin pasukan muslim sebanyak 46.000 sementara lawan Byzantium yang dihadapi sebanyak 240.000.

Jumlah yang berbanding jauh tersebut tidak melemahkan semangat Khalid dalam mengatur strategi berperang, ketika itu ia membentuk 40  kontingen yang disebarnya sehingga bisa memberikan sela dan ruang bagi umat muslim dalam memerangi pasukan Byzantium.

Sehingga kemenangan tersebut ia mendapat julukan ‘Pedang Allah yang terhunus’, kepiawaian Khalid dalam berperang patut menjadi contoh bagi umat muslim saat ini meski bukan untuk berperang secara langsung tetapi semangat dalam memenangkan agama Allah SWT.

Khalid bin Walid r.a bukanlah orang yang haus kekuasaan. Hal ini bisa ditunjukkan dengan sikap yang ia lakukan ketika Umar bin Khattab r.a yang melepaskan jabatannya meski tidak ia ketahui kesalahan yang pernah dilakukan.

Namun, Khalid bin Walid r.a. tetap menerima dengan lapang dada dan tidak sombong. Saat ini umat Islam di belahan dunia tidak penuh peperangan secara langsung. Hal ini menjadikan kita bersyukur karena bisa beribadah dengan tenang tanap harus melawan tentara dan kaum kafir dengan berlumuran darah.