Kiat khusyuk dalam salat

Salat Tholhah Nuhin
Tholhah Nuhin
Kiat khusyuk dalam salat
Kiat khusyuk dalam salat © Serge Mikheev | Dreamstime.com

Dewasa ini banyak sekali buku-buku yang telah dicetak dan diterbitkan di pasaran yang membahas tentang kiat khusyuk dalam salat. Tidak hanya itu, pelatihan (training) juga banyak diadakan untuk membimbing peserta agar khusyuk dalam salat.

Namun khusyuk tidak dapat diraih dalam pelatihan sesaat.

Kiat khusyuk dalam salat

Untuk khusyuk perlu perjuangan yang terus menerus. Karena godaan setan dalam salat seseorang terus datang secara bergantian. Bahkan, Iblis punya pasukan khusus untuk menggoda dan merusak khusyuk salat kita.

Hal ini dilakukan agar mendapatkan nilai-nilai terbaik di sisi Allah SWT dalam beribadah. Pemahaman makna ibadah salat dan melaksanakannya dengan baik dan benar kaitan; rukun, sunnah dan menjauhi hal-hal yang dimakruhkan, termasuk langkah menuju kekhusyukan.

Berikut ini kiat meraih khusyuk dalam salat.

Pertama, pelajari cara salat seperti yang dicontohkan Rasulullah dengan baik, “Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku salat.” (Hadis riwayat Bukhari)

Kedua, persiapkan diri dengan baik. Pakaian bersih dan suci, pakai wewangian dan tempat salat kondusif. (Quran surah al-A’raaf, ayat 31)

Ketiga, berwudu (bersuci) dengan sempurna tidak perlu tergesa-gesa.

Keempat, berdoa mohon perlindungan dari godaan setan. (Quran surah al-Mukminun, ayat 97-98)

Kelima, menguatkan niat ikhlas saat melakukan salat, “Setiap amal perbuatan tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang diniatkan…” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Keenam, thuma’ninah (tenang dan tidak tergesa-gesa), laksanakan setiap rukun dan gerakan salat dengan thuma’ninah. Jangan melakukannya terburu-buru.

Ketujuh, ingat mati (anggap sebagai salat terakhir), “Apabila engkau salat maka salatlah seperti orang yang hendak berpisah (mati).” (Hadis riwayat Ahmad)

Kedelapan, baca surat atau ayat secara tartil. (Quran surah al-Muzammil, ayat 4)

Kesembilan, memahami bacaan salat dan menghayati gerakannya (Quran surah Shaad, ayat 29).

Kesepuluh, menyadari bahwa kita sedang berdialog dengan Allah Taala, dan Allah pun menyimak setiap apa yang kita baca.

Kesebelas, melihat ke arah tempat sujud, “Jika Rasulullah salat, beliau menundukkan kepala serta mengarahkan pandangannya ke tanah (tempat sujud).” (Hadis riwayat Hakim)

Keduabelas, laksanakan salat dengan berjamaah.

Ketigabelas, jika setan merusak khusyuk kita saat salat, saat itu pula meludahlah secara simbolis ke bawah sebelah kira, lalu bacalah isti’adzah secara pelan, niscaya gangguan itu hilang.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.