Kisah keluarga Imran, kakeknya Nabi Isa a.s

Islam 16 Des 2020 Umri
Umri
Kisah keluarga Imran, kakeknya Nabi Isa a.s
Kisah keluarga Imran, kakeknya Nabi Isa a.s © - Dreamstime.com

Nama surah al-Quran yang ketiga adalah Ali Imran (Aal-‘Imran), terdiri dari 200 ayat. Ali Imran artinya adalah ‘Keluarga Imran’. Tahukah anda siapa sosok keluarga Imran? Inilah kisah keluarga Imran, kakeknya Nabi Isa a.s.

Mengapa begitu mulianya keluarga ini sampai dijadikan Allah SWT nama dari sebuah surah al-Quran.

Kisah keluarga Imran, kakeknya Nabi Isa a.s

Keluarga Imran adalah keluarga yang beranggotakan sedikit orang, namun memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Allah SWT memilih mereka dibandingkan keluarga yang lainnya, ini menunjukkan betapa agungnya posisi mereka.

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

(Quran Surah Ali Imran, ayat 33-34)

Keluarga Imran dinisbatkan kepada seseorang yang bernama Imran bin Matsan bin al-Azar bin al-Yud… bin Sulaiman bin Daud a.s. Nasabnya tersambung hingga ke Nabi Daud a.s.

Istrinya Imran bernama Hannah binti Faquda. Ada juga yang menyebut Qa’uda bin Qubaila. Hannah adalah seorang wanita yang tekun beribadah (Lihat surah Ali Imran, ayat 35)

Anak-anaknya Imran ada dua, pertama Asy-Ya’ adalah putri pertama yang dinikahi oleh Nabi Zakariyah a.s, merupakan ibu dari Nabi Yahya a.s. Ada juga yang mengatakan bahwa ia adalah bibinya Maryam. Dan kedua adalah Maryam wanita suci yang melahirkan Nabi Isa a.s.

Maryam, Nabi Isa a.s dan Nabi Yahya a.s

Maryam adalah wanita ahli ibadah dan suci. Ia merupakan ibu dari kalimat Allah, Nabi Isa a.s. Putri Imran yang satu ini adalah wanita terbaik dan tersempurna. Sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah SAW:

“Lelaki yang sempurna jumlahnya banyak. Dan tidak ada wanita yang sempurna selain ‎Maryam bintu Imran dan Asiyah istri Firaun. Dan keutamaan Asiyah dibandingkan ‎wanita lainnya, sebagaimana keutamaan ats-sarid dibandingkan makanan lainnya.” ‎‎

(Hadis riwayat Bukhari, 5418 dan Muslim, 2431)

Cucunya Imran pertama adalah Nabi Isa a.s. Kaum muslimin berkeyakinan bahwa nabi Isa belum wafat. Ia diangkat Allah SWT di sisi-Nya. Ruh dan jasad baginda hidup di langit. Bukan dibunuh atau disalib. Allah memberikan pengajaran akidah demikian kepada mereka yang beriman dengan firman-Nya ( Lihat al-Quran surah An-Nisa ayat 157-158).

Cucu kedua adalah Nabi Yahya a.s.  Nabi Yahya adalah seorang pemuda yang cerdas. Allah SWT memberi keistimewaan pada akalnya. Menganugerahkannya hikmah di usia baginda. Dan kegemaran dalam beribadah.

Baginda senantiasa duduk di mihrab-mihrab ilmu. Senang mengkaji Taurat. Berilmu dan mengamalkan kandungan kitab suci itu. Baginda berbicara dengan kebenaran. Dan tidak takut celaan orang-orang yang mencela. Dan ancaman orang-orang yang zalim.

Demikianlah perkenalan dengan keluarga Imran. Semua adalah ahli ibadah, ahli ilmu, ahli hikmah dan ahli zikir. Mudah-mudahan keluarga kita di rumah bisa mencontoh keluarga Imran yang mulia.