Kisah Nabi Yusuf a.s dan penjara kehormatan

Al-Quran Roni Haldi Alimi
Roni Haldi Alimi
Kisah Nabi Yusuf a.s dan penjara kehormatan
Kisah Nabi Yusuf a.s dan penjara kehormatan © Paul Cowan | Dreamstime.com

Diangkat dari lubang sumur kemudian berpindahtangan ke pejabat besar Mesir, Nabi Yusuf a.s akhirnya tinggal dalam istana kemewahan. Ia diperlakukan dengan sangat baik, bukan selayaknya budak.

Tatkala usianya menginjak remaja, ketampanan paras menjadi simbol yang melekat pada Nabi Yusuf a.s.

Kisah Nabi Yusuf a.s dan penjara kehormatan

Ketampanan Nabi Yusuf a.s memiliki daya tarik tersendiri. Alhasil, daya tarik itu memicu hasrat wanita serumah. Walau rasa malu ditutup rapat tapi hati telanjur terpikat tak mampu disimpan rapat.

Akal jahat berputar mengasah siasat karena ajakan syahwat tak dijawab. Sakit hati ditolak diri dan dicaci para wanita sekota dibalas makar jahat menjebak si pemilik ketampanan. Perhelatan guna membangun opini publik digulirkan.

Setelah mereka berkumpul, tanpa terasa disengaja irisan pisau telah melukai jari, bukti daya pikat ketampanan Yusuf  a.s yang mulia bukan basa-basi. Semua wanita ternyata sama, tak mampu menutupi kejujuran hasrat hati mereka akan kedahsyatan ketampanan Yusuf yang tak berbanding siapapun jua.

Iffah adalah ketangguhan menjaga kehormatan diri. Itulah karakter mulia Nabi Yusuf a.s diakui para wanita serumah dan sekota. Rayuan majikan wanita tak membuat Yusuf berangsur luruh. Ia bergeming.

Dibujuk oleh wanita sekota agar menampung hasrat wanita serumah juga tak meluluhkan ketegaran pendiriannya. Ancaman kurungan penjara dan hidup terhina telah dimaklumi.

“Dan ketika ia telah cukup dewasa, Kami berikan kepadanya kekuasaan dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”

(Quran surah Yusuf, 12:22)

Kebahagiaan telah berganti dengan ancaman kehinaan. Nabi Yusuf a.s sadar akan kelemahan dan ketidakberdayaan diri. Dirasa dirinya di bawah tekanan hasrat jahat wanita, bukan hanya serumah namun juga sekota.Tiada daya diri melawan keburukan nafsu kecuali memohon petunjuk kebaikan dari Allah SWT.

“Yusuf berkata: Wahai Rabbku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku.”

(Quran surah Yusuf, 12:33)

Penjara menjadi pilihan terhormat bagi Yusuf  a.s walau tampak bodoh di mata para wanita sekota. Ibnu Qayyim dalam kitabnya ad-Daa’wad-Dawaa menuliskan, “Yusuf mengetahui kalau dirinya tidak mampu menghindarkan diri dari ajakan itu.

Kepribadian terhormat wujud dari jiwa merdeka 

Seandainya Rabbnya tidak menjaga dan menyelamatkannya dari makar para wanita itu, atas dasar nalurinya akan condong kepada mereka dan termasuk dalam golongan orang-orang yang bodoh. Ini merupakan indikasi kesempurnaan makrifat beliau kepada Allah dan dirinya (yang lemah).”

“Dan jika tidak Engkau hindarkan diriku dari tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.”

(Quran surah Yusuf, 12:33)

Dalam Tafsirul-Qur`anil-‘Azhim Jilid 4, Imam al-Qurthubi berkata: “Nabi Yusuf telah mencapai kedudukan yang sempurna. Semua asbab perzinaan, seperti usianya yang remaja dan anugerah ketampanan dan kesempurnaan pribadi, digoda majikan wanita, seorang istri pejabat Mesir yang juga berwajah elok, kaya dan berkedudukan. Namun, keadaan seperti itu tidak menggoyahkan keteguhan hatinya. Yusuf lebih memilih hidup terhina di balik jeruji penjara daripada melakukan maksiat durjana.”

Allah Taala mengabulkan permohonan Nabi Yusuf a.s.

“Maka Rabbnya memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

(Quran surah Yusuf, 12:34)

Demikianlah, Nabi Yusuf a.s mengambil pilihan terhormat; di penjara. Yusuf meninggalkan kebodohan diri yang gampang dikendalikan tatkala tertekan lagi diancam. Kehormatan itu adalah sosok diri.

Pada saat kepribadian diri saja tidak punya, takkan mungkin punya kehormatan. Pilihan merdeka adalah pilihan akal sehat. Kepribadian yang terhormat adalah wujud dari jiwa dan diri yang merdeka menentukan pilihan terhormat.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.