Kisah singkat tentang Cokelat

Makanan Asna Marsono
Asna Marsono
Kisah singkat tentang Cokelat
Kisah singkat tentang Cokelat © Chernetskaya | Dreamstime.com

Kisah singkat tentang Cokelat – Siapa yang tidak suka cokelat? Hampir semua orang menyukainya. Tetapi hanya beberapa yang tahu sejarah panjang di baliknya.

Sejarah cokelat dan kakao

Potongan-potongan bukti kuno menunjukkan cokelat telah dikonsumsi, dihormati, dan diinginkan selama lebih dari 3000 tahun. Sejarah cokelat berasal dari peradaban Aztec. Sebuah studi baru-baru ini mengungkapkan juga memiliki hubungan dengan peradaban Maya.

Cokelat terbuat dari biji polong buah kakao. Pada zaman kuno orang biasa mengkonsumsi bubur buah kakao sebagai minuman. Saat itu, minuman ini dianggap sebagai barang mewah. Juga, itu hanya tersedia untuk para bangsawan.

Hal ini bahkan dianggap sebagai karunia Tuhan! Bahkan ada referensi pod buah kakao untuk digunakan sebagai bursa dagang menggantikan uang.

Kakao, Xocolatl dan Aztec

Pohon kakao berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Pada zaman kuno, ampas buah kakao difermentasi untuk menghasilkan minuman beralkohol. Nama cokelat berasal dari kata ‘xocolatl’ yang berarti ‘air pahit’ di Aztec.

Diyakini orang-orang Aztec mewarisi resep dari Maya atau Olmec. Para bangsawan dan pejuang biasa meminum ini dalam ritual dengan tujuan dan kekhidmatan. Di kemudian hari, biji kakao digunakan sebagai menggantikan ampas buah.

Bijinya difermentasi, dipanggang, dan digiling menjadi pasta, dan dicampur dengan air atau anggur. Ada beberapa rasa favorit seperti cabai, vanili, madu, dll sebagai campuran. Dan kemudian semuanya melalui proses yang disebut berbusa yang menghasilkan busa dalam di atasnya.

Popularisasi cokelat di Eropa

Orang Spanyol berhubungan dengan Aztec dan belajar tentang kakao dan cokelat. Mereka menambahkan gula ke resep dan mempopulerkannya di antara para bangsawan Gereja Katolik Roma dan pengadilan Eropa lainnya. Pada abad ke-18 dan ke-19, selama revolusi industri, pabrik cokelat didirikan.

Ini memungkinkan cokelat diproses lebih cepat dan dengan biaya yang lebih rendah. Bisnis cokelat menjadi sangat populer dan menguntungkan sehingga Inggris, Prancis, dan Belanda mulai menanam kakao sebagai tanaman uang tunai di koloni mereka di dekat daerah Khatulistiwa yang cocok.

Dengan kemajuan teknologi, kita sekarang mendapatkan cokelat dalam berbagai rasa dan bentuk.