Kita, anak dan doa

Sudut anak-anak Komiruddin 03-Sep-2020
dreamstime_s_180153254
Kita, anak dan doa © Odua | Dreamstime.com

Anak anak kita adalah penerus perjuangan dan pewaris risalah. Inilah yang membuat Nabi Zakariya a.s gelisah di hari tuanya, ketika uban sudah rata memutih dan tulang tulang semakin lemah. Berpuluh puluh tahun ia tak pernah bosan mengadu kepada Allah SWT agar dikaruniai anak, walau ia tahu istrinya mandul.

Ia berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.” (Surah Maryam, ayat 4)

Yang ia khawatirkan satu, yaitu siapa mawali atau penerus sepeninggalnya. “Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, Sebagai pewaris risalah kenabian di tengah kaumnya.” (Surah Maryam, ayat 5)

“Yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridai.” (Surah Maryam, ayat 6)

Memiliki anak yang saleh adalah harapan kita semua, sebab merekalah yang akan mendoakan kita kelak ketika kita sudah tak ada. Tapi tak jarang kita menemukan anak anak kita tidak sejalan dengan yang kita inginkan. Anak anak yang suka membantah, tidak taat perintah dan menyebalkan. Atau anak anak yang sangat susah untuk diajak salat dan membaca al-Quran.

Di sinilah kita harus berusaha memahami bahwa tidak mudah mendidik anak. Itulah sebabnya Allah SWT gandengkan perintah bersabar ketika Allah menyuruh kita agar memerintah anak anak untuk salat. Karena ini perkara pelik dan butuh kesabaran yang ekstra.

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” (Surah Thaha, ayat 103)

Dan karena ini perkara sulit, Allah SWT mengajarkan kepada kita agar berdoa kepada Allah, sebab Dia-lah pemilik hati.

“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.” (Surah al-i Imran, ayat 38)

“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Surah Al-Furqan, ayat 74)

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (Surah Ibrahim, ayat 40)

Mari kita serius berdoa dan mendoakan anak anak kita dengan doa-doa di atas. Bayangkan wajah mereka satu persatu. Mari kita lakukan dan lakukan di setiap salat kita. Jangan pernah bosan. Jangan pernah marah seburuk apapun kelakuan anak kita dan sekesal apapun kita.

Yakinlah Allah SWT akan membantu kita dan kita akan melihat anak anak kita menjadi anak yang saleh, penyedap pandangan mata dan selalu menegakkan salat.