Kita dan keutamaan menyantuni anak yatim

dreamstime_s_189365989
Anak yatim piatu mangsa tsunami di Masjid Banda Aceh, Sumatera © Tim Gurney | Dreamstime.com

Siapapun dari kita tidak ada yang menginginkan menjadi anak yatim. Anak-anak sangat bersyukur memiliki orangtua yang masih ada. Anak yatim bukanlah suatu kehinaan tetapi tidak memiliki tempat berlindung bagi anak yatim hal yang memilukan. Maka dari itu anak yatim menjadi salah satu yang perlu kita perhatikan.

Dalam al-Quran ada 23 kali disebutkan kata yatim, lapan kali dalam bentuk tunggal dan 14 kali dalam bentuk jamak juga satu kali dalam bentuk dua (mutsanna). Anak yatim yaitu seorang anak kecil yang ditinggal meninggal ayahnya sedangkan piatu yaitu ditinggal ibunya meninggal.

Al-Quran menegaskan bahwa anak yatim perlu dilindungi, dikasihi dan diperhatikan. “Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah ‘Memperbaiki keadaan mereka adalah baik!'” (Surah al-Baqarah : 220)

Kadang kala ketika mengurus anak yatim, kita diuji dengan kesabaran karena perilaku mereka yang berlebihan hal ini karena mereka kurang perhatian. Maka Allah SWT memberi keistimewaan kepada siapapun yang bisa sabar dengan ujian menyantuni anak yatim baik secara moral maupun materi. Diantara manfaat kita menyantuni anak yatim yaitu:

Dilindungi Allah SWT

Menolong orang lain hal terpuji apalagi jika kita menyantuni anak yatim. Allah SWT akan memberikan pertolongan bagi kita dan dilindungi di hari akhir. Merugi sekali jika kita tidak menjemput pertolongan Allah melalui doa anak yatim. Kita tidak bisa mengetahui doa siapa yang segera dikabulkan Allah, tapi penting berhusnudzon kepada Allah melalui hati yang tulus para anak yatim mereka mendokan kita selalu dalm kebaikan dan diberi pertolongan Allah.

“Barang siapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia maka Allah SWT akan menghilangkan kesusahannya di dunia dan di Akhirat. Barang siapa yang meringankan kesulitan orang lain di dunia maka Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan Akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib orang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di Akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (Hadis riwayat Muslim dan Ashabus Sunan dari abu Hurairah, lihat Shahih Bukhari, kitab al-Adab: 5557)

Menyucikan hati

Memelihara anak yatim akan membersihkan hati dan pikiran kita dari penyakit hati. Hati kita yang begitu keras dan terlalu banyak dikotori hal duniawi dengan menyayangi anak yatim tentu akan melunakkan hati keras tersebut.

Rasulullah SAW bersabda: “Bila engkau ingin hati menjadi lembut dan damai serta keinginan (yang baik) tercapai, maka sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah dia makanan yang seperti engkau makan. Bila itu engkau lakukan, hatimu akan tenang, lembut serta keinginanmu (yang baik) akan tercapai.” (HR Thabrani)

Memberi keberuntungan

Keistimewaan menyantuni dan memelihara anak yatim, sebagai bentuk amal sosial bagi seseorang. Dengan demikian menjadi amal jariyah dalam hal mengajak kepada kebaikan. Bagaimama kita hisa mendapatkan keberuntungan yang tidak kita lakukan tetapi pahalanya mengalir kepada kita. Jika kita memberikan peralatan sekolah kepada anak yatim lalu ia belajar dengan tekun dan menjadi orang sukses sehingga mengamalkan ilmunya maka kita mendapatkan pahala serupa ia mengerjakan kebaikan tersebut.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Siapa saja yang menyeru kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengejarkannya itu.” (HR Muslim, Tarmidzi dan Abu Daud dari Mas’ud)

Dekat dengan Rasulullah SAW

Rasulullah SAW menjanjikan pahala orang yang mengurus anak yatim di Surga dekat dengan Rasulullah sesuai sabdanya: “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di Surga seperti ini,” kemudian Baginda mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah Baginda, serta agak merenggangkan keduanya.” (HR Bukhari, Shahih Bukhari, sahl bin Sa’ad as Sa’idiy: 5034)

Begitu mulia umat Muslim yang menyantuni anak yatim, Rasulullah SAW sangat memberikan keistimewaan kepada mereka yang rela bersabar dalam mengurusi anak yatim.