Kita dan kritikan

Kehidupan Komiruddin 27-Agu-2020
Kita dan kritikan © Khosrork | Dreamstime.com

Jabatan adalah amanah,  diberikan Allah SWT kepada siapa yang Ia kehendaki dan memiliki kemampuan. Tentu bagi yang diberi amanah harus berusaha untuk menjaganya dengan sebaik baiknya dan menjalankannya dengan segenap kemampuan, sebab tidak semua orang terpilih untuk memikul beban.

Sebagai pemegang amanah kita tidak mungkin membuat semua orang puas dan menerima keadaan. Memuaskan semua pihak adalah mustahil, sebab tidak semua orang memilki ilmu yang paripurna bahkan banyak kekurangan.

Dari sisi inilah kadang kritikan muncul. Kritikan dari pihak yang tidak terpuaskan. Itu wajar dan manusiawi, sebab tidak ada yang menjamin semua orang terpenuhi untuknya tuntutan.

Selama kritikan itu membangun dan dan mengharap kebaikan, maka harus ditanggapi dengan jiwa besar dan hati yang dipenuhi keikhlasan. Sebab kritikan kritikan dari pihak manapun biasanya menunjukan sisi lemah dan kekurangan. Bila ditanggapi dengan lapang dada, santun dan tidak emosi akan memberikan dampak yang positif dan kemajuan.

Kritikan biasanya pedas dan menyakitkan.  Tapi bila kita cermati dan perhatikan akan menambah cita rasa dan kelazatan. Pohon gaharu takkan pernah menyebar bau yang harum kecuali setelah berada di atas perapian. Getah karet tak akan keluar dan bermanfaat kecuali setelah pohonnya dilukai dan dipahat,  bahkan sebelumnya dipotong darinya daun dan dahan. Si sakit tak akan mendapatkan kesembuhan kecuali ia merasakan pahitnya obat dan berbagai ramuan.

Kritik kadang menjadi cambuk,  agar kita berlari kencang, ibarat kuda,  dicambuk,  lalu hilanglah kemalasan. Kritik dapat menjadi vitamin yang menyegarkan dan pupuk yang menyuburkan. Ia dapat membuat terbukanya pikiran, munculnya ide-ide baru dan gagasan berlian.

Sebab itu seorang pemimpin yang bijak selalu menghadap berbagai bentuk kritikan dengan tenang dan tidak emosian. Selalu mengedepankan positive thinking,  prasangka baik dan solusi ke depan.

Pemimpin yang bijak tak melulu mempersepsi orang yang mengkritik itu ingin menjatuhkan dan menumbangkan atau ingin memecah dan anti kemapanan. Pemimpin yang bijak selalu menyediakan ruang di relung hatinya untuk menerima setiap kritikan. Dan menjadikannya sebagai alat introspeksi dalam menatap masa depan.