Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Kita dan perbincangan

Masyarakat 19 Jan 2021
Pilihan oleh Komiruddin
Kita dan perbincangan
Kita dan perbincangan © Parkpoom4 | Dreamstime.com

Dalam hidup ini kita tak dapat hidup sendiri. Kita butuh teman bicara dan berbincang. Seasri-asrinya tempat, seenak-enaknya makanan bila sendiri, tak akan terasa nikmat.

Nabi Adam a.s merasakan kesepian ketika sendirian, padahal berada di Surga tempat ternikmat. Maka Allah SWT menciptakan Hawwa sebagai istri dan pendampingnya. Dari keduanya Allah menciptakan banyak keturunan.

Kita dan perbincangan

Berbincang-bincang adalah kebutuhan dasar manusia. Sebab setiap hajat kebutuhan perlu dikomunikasikan. Dapat dibayangkan jika dalam suatu desa tidak ada perbincangan, semua penduduk tutup mulut dan menahan pembicaraan, pasti desa itu terasa mati seolah tidak ada kehidupan.

Maraknya tempat-tempat nongkrong seperti cafe atau warung kopi tidal lain salah satu tujuannya adalah penyedian fasilitas bincang-bincang, ngobrol, lobi, diskusi dan sejenisnya

Banyaknya group, perkumpulan perkumpulan atau organisasi yang dibuat tidak terlepas dari tujuan ini. Namanya perkumpulan, group dan organisasi pasti ada kumpul kumpul. Dan setiap kumpul kumpul pasti ada dialog, obrolan dan perbincangan.

Di sinilah kita perlu berhati-hati sebab tidak semua perbincangan itu baik. Ada perbincangan yang dilarang Allah  SWT dan Rasul-Nya karena mengajak kepada dosa, permusuhan dan perbuatan.

Karenanya setiap muslim hanya dibolehkan berbincang-bincang jika materi perbincangan itu mengajak berbuat baik dan meningkatkan ketaqwaan.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan.”

(Surah al-Mujadilah, ayat 9)

Tiga unsur baik dalam perbincangan

Dengan kata lain, berbincang-bincang, ngobrol, dialog, musyawarah, melobi, komunikasi dan apapun bentuknya tidak akan ada kebaikan di dalamnya kecuali memenuhi salah satu dari tiga unsur.

Pertama, kata-kata yang mengandung perintah kepada sedekah. Kedua, perintah berbuat baik. Dan ketiga, usaha untuk mendamaikan pertikaian.

 “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.”

(Surah an-Nisa’, ayat 114)

Karenanya, tiga hal ini tidak boleh dilupakan dalam setiap perbincangan, obrolan, musyawarah, pelobian, bisik-bisik, yaitu perintah untuk sedekah, amar makruf dan ishlah atau perdamaian. Sebab jika tidak, kerugianlah yang akan dituai.