Konsekuensi pertemanan – pengaruh dan dampak

Filsafat Komiruddin
Komiruddin
Konsekuensi pertemanan - pengaruh dan dampak
Konsekuensi pertemanan - pengaruh dan dampak © Distinctiveimages | Dreamstime.com

Dekat itu mempengaruhi. Jika dekat dengan api terasa panas. Dekat dengan AC terasa dingin. Bila dekat dengan kekuasaan akan ada kemudahan. Dan dekat dengan pejabat ada kebanggaan.

Dekat dengan penjual minyak wangi akan tercium aroma harum. Jika dekat dengan tukang las akan tercium aroma yang tidak sedap.

Konsekuensi pertemanan – pengaruh dan dampak

Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”

(Hadis riwayat Bukhari, 5534 dan Muslim, 2628)

Dekat dengan ulama akan mendapatkan ilmu. Dekat dengan penjudi akan menggiring kepada perjudian.

Begitu juga halnya dengan pertemanan. Selembar karpet jika berteman dengan masjid, menjadi tempat sujud dan jauh dari terinjak sepatu atau alas kaki sekalipun harganya murah dan bentuknya sederhana.

Tapi jika berteman dengan hotel atau tempat pertemuan umum, maka tak akan bebas dari sepatu dan najis sekalipun harganya mahal dan sangat mewah.

Selembar kulit sapi atau kambing bila berteman dengan beduk maka tak pelak lagi ia akan dipukul setiap datang waktu shalat. Namun jika berteman dengan Al-Qur’an dan menjadi sampul yang melapisi mushaf, maka akan menjadi mulia, selalu dicium usai dibaca.

Begitulah kedekatan dan pertemanan pasti ada pengaruh dan dampaknya, baik positif ataupun negatif. Maka mendekat dan berteman dengan orang baik akan membawa kebaikan kepada kita. Sebaliknya berteman dengan orang yang buruk keburukannya akan menular kepada kita.

Memilih yang memiliki pemahaman agama yang benar

Itu sebabnya ketika kita mencari pasangan hidup, Rasulullah SAW memerintahkan agar memilih mereka yang memiliki pemahaman agama yang benar. Sebab ia akan tinggal bersama kita dan menemani hidup kita sampai akhir hayat.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.”

(Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.”

(Hadis riwayat Tirmidzi, al-Albani berkata dalam Adh-Dho’ifah bahwa hadis ini hasan lighoirihi)

Atau ketika seseorang ingin bertaubat dari dosa, dia disuruh mencari teman dan lingkungan yang baik dan kondusif.

 “Pergilah ke daerah ini dan ini. Karena sesungguhnya di sana ada orang-orang yang senantiasa beribadah kepada Allah, maka beribadahlah kamu kepada Allah bersama mereka. Dan jangan kamu kembali ke negerimu, karena negerimu itu adalah negeri yang buruk/jahat.”

(Hadis riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim rahimahumallah, dari Abu Sa’id Al-Khudri, Sa’id bin Malik bin Sinan)

Kelak penghuni neraka akan sangat menyesal karena di dunia dulu menjadikan penjahat sebagai teman.

 “Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.”

(Quran surah Al-Furqan, ayat 28-29)

Dan inilah penyesalan yang paling fatal dan kerugian yang paling nyata.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.