Korelasi antara doa dan amalan

Agama Kkartika Sustry 23-Jul-2020
dreamstime_s_169190827
Doa dan Allah SWT © Princedastan | Dreamstime.com

Doa merupakan sebuah ibadah, pada hakikatnya ibadah juga ungkapan dari lahirnya kesadaran nurani untuk meminta pertolongan Allah SWT atas hajat yang kita sampaikan, dalam kondisi apapun penting sekali untuk berdoa. Doa ditinjau dalam bahasa Arab dari kata داعي يدعو دعاء  yang berarti memanggil, memohon, meminta.

Doa bentuk masdar dalam Bahasa Arab berarti suatu keinginan kita berkomunikasi dengan Allah SWT dan memberikan pujian kepada-Nya. Bagaimana supaya apa yang kita doakan didengar Allah lalu dikabulkan? Tentu dengan melakukan banyak pendekatan kepada Allah agar kita bisa mendapat cinta-Nya.

Amalan atau lebih tepat kita sebut zikir sebagai tawasul yakni cara kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tentu keduanya memiliki hubungan yang erat. Ketika kita meminta sesuatu kepada penguasa tentu hal yang kita lalukan adalah pendekatan dan menyampaikan sanjungan-sanjungan yang dia senangi. Seseorang jika sudah terketuk hatinya pasti akan mendengarkan apa yang kita sampaikan.

Begitulah kedahsyatan Allah SWT. Sebagaimana disampaikan dalam dalil, menurut Ibnu Qayim dalam kitab al-Waabilush Shayyib (hal. 191-192) menerangkan bahwa: “Yang disunahkan (mustahab) dalam berdoa adalah seseorang yang berdoa memulai doanya dengan pujian-pujian kepada Allah SWT, lalu berselawat atas Nabi Muhammad SAW di antara permohonan yang akan disampaikannya, kemudian baru mengungkapkan keinginan-keinginannya.”

Dalam firman-Nya juga dikuatkan sebagai berikut: “Hanya milik Allahlah Asma-ul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asma-ul Husna itu.” (Surah al-A’raaf, ayat 180)

Contohnya seseorang bermohon kepada Allah SWT dengan diawali menyebutkan nama-Nya yang indah juga dengan memelas merendah diri di hadapan-Nya: “Ya Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang aku meminta kepada-Mu, sayangilah aku ….”

Nah, ini bentuk kita mengakui bahwa keberadaan Allah SWT  jauh lebih dari segalanya, juga melakukan ibadah pendekatan untuk mendapatkan cinta-Nya Allah melalui kalimat-kalimat indah untuk-Nya.

Lalu bagaimana hubungan antara keduanya? Suatu amalan yang kita rutinkan sehingga menjadi suatu kebutuhan tentunya mendapatkan pahala dan doa yang kita sampaikan dapat terkonversi menjadi berkah bagi hidup.

Amalan atau zikir ucapan maupun hamba yang disukai Allah SWT untuk menghasilkan jalan agar selalu dekat kepada Allah. Ucapan zikir banyak sekali seperti tasbih, tahlil, tahmid, taqdis, istighfar dan mengucapkan Asma-ul Husna tujuannya tidak lain sebagai nutrisi ruh diri agar menjadi hamba yang selalu dekat kepada Allah. Semakin banyak kita mengucap zikir semakin tinggi tingkat kebutuhan kita kepada Allah.

Adab ketika akan berdoa di antaranya menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan dan bersuara lemah lembut. Amalan-amalan sebelum berdoa kita diterapkan membaca salawat sebanyak-banyaknya, membaca istighfar juga tasbih.

Tentu ada hubungan keduanya, ditarik kesimpulan bahwa adab berdoa kita hendaknya bersolawat kemudian beristighfar yang kemudian dilanjutkan dengan doa yang kita kehendaki atau yang kita hajati. Maka secara tidak langsung bahwa setiap orang yang melaksanakan zikir kepada Allah SWT.

Doa dan zikir adalah hal yang penting bagi hamba, tetapi sering dilupakan dan dianggap tidak penting. Padahal seorang hamba sangatlah butuh dengan doa kepada Allah SWT. Sebaik-baik tempat meminta pertolongan adalah Allah. Zikir adalah motivasi untuk seorang hamba agar keinginan yang sedang didoakan segera terkabul.

Kita bisa analogikan ketika memancing ikan, ketika kita memberi umpan yang banyak maka harapan kita untuk mendapat ikan yang banyak pula. Semakin sering kita berzikir, semakin dekat kita kepada Allah SWT maka semakin mudah dikabulkan keinginan kita.