Kota Isfahan – dunia indah tanah Persia

Dunia Muhammad Walidin 13-Sep-2020
dreamstime_s_131762849
Istana Ali Qapu di Isfahan, Iran © Attila Jandi | Dreamstime.com

Bila ingin menyaksikan kejayaan Peradaban Persia masa lampau, datanglah ke kota Isfahan, Iran. Di sana terdapat banyak warisan yang bernilai tinggi. Kota ini sangat luas dan didesain sangat cermat.

Ia memiliki lusinan gerbang, lebih dari 160 masjid yang indah, 48 madrasah, 1800 terminal persinggahan khalifah, serta memiliki lebih dari 270 pemandian umum (Hammam). Belum lagi istana-istana, jembatan beratap, jalan-jalan yang lebar, menara-menara masjid, semuanya adalah cetak biru peradaban bangsa Persia yang tiada banding.

Kemegahan arsitektur dan lansekap Isfahan didukung oleh selera seni yang tinggi dari pemimpin dinasti Safawi, Zand, dan Qajar. Pada masa dinasti Safawi, Isfahan telah dihuni oleh orang berbagai bangsa. Sampai ada adagium yang mengatakan: Esfahan, Nesf al-Jihan (Isfahan Setengah Dunia). Sangat kosmopolitan!

Isfahan terletak di antara kota Teheran dan Syiraz.  Memasuki kota ini, anda akan terpana melihat kubah-kubah besar  yang bersanding dengan kanopi hijaunya pepohonan. Di samping itu, terdapat pula bangunan-bangunan Islam dengan exterior keramik dan ubin berwarna biru nan terkenal.

Mari kita menelusuri  peradaban Islam melalu beberapa monumen yang masih berdiri teguh di kota Isfahan.

Maidan Naqse

Kompleks Maidan memiliki beberapa nama, seperti Naqse Jahan Square, Meidan Imam (alun-alun imam). Maidan adalah salah satu alun-alun kota terluas di dunia sehingga menjadi simbol utama pemerintahan dinasti Safawi. Taman dengan luas mencapai  500  x 160 meter persegi ini merupakan kawasan hijau yang indah untuk menghabiskan sore hari.

Kompleks Maidan dikepung oleh empat tembok memanjang dari keempat sisinya. Pada bagian selatan, terdapat masjid Shah (Imam). Di sisi timur terdapat masjid Lotfallah (dahulu merupakan masjid keluarga kerajaan). Di bagian barat terdapat istana Ali Qafu. Sementara di bagian utara terdapat pintu masuk yang terhubung dengan Grand Bazar.

Grand Bazar

Grand bazar merupakan ekspresi perdagangan. Namun, para arsitek di sini biasanya merancang pusat perdagangan sekaligus dengan fasilitas lainnya yan mendukung, seperti masjid dan kamar mandi umum. Pasar ini desainnya mirip labirin.

Bila anda penganut lost in the world traveller, anda cocok menjelajah pasar ini. Pilar-pilar yang besar dengan atap lengkung yang tinggi membuat suasana terasa lega. Pasarnya tertata dengan baik. Berbagai kerajinan tangan unik bisa dibeli di sini. Apalagi karpet, berbagai ukuran dan motif yang indah juga tersedia.

Masjid Imam

Masjid Imam berada di kompleks Grand Bazar. Masjid termegah di Isfahan ini masih berdiri hingga sekarang sejak dibangun pada abad-17 Masehi (M). Nama lain dari masjid ini adalah Masjid Shah yang dikaitkan dengan penguasa dinasti Safawi saat itu, yaitu Sultan Shah Abbas 1. Masjid ini dibangun selama 20 tahun oleh arsitek Ali Esfahani.

Keistimewaan dari masjid ini tampak dari gaya arsitektur Saljuk dengan lengkung-lengkung iwan. Masjid ini memiliki 4 menara yang tingginya 160 kaki. Keseluruhan bangunan ini menggunakan 472.500 keramik, 18 juta batu bata, dan begitu banyaknya batu fairuz.  Kini, masjid Imam menjadi situs warisan dunia UNESCO sebagai salah satu masterpiece arsitektur Persia.

Istana Ali Qapu

Bangunan lain yang melengkapi kemegahan komplek ini adalah Istana Ali Qapu. Bangunan setinggi 38 m dan terdiri dari 6 lantai dahulunya merupakan kediaman resmi Sultan Shah Abbas I. Dari balkon istana, kita bisa melihat hamparan alun-alun maidan dan masjid Lotfullah. Saat ini, kita bisa menikmati sisa-sisa koleksi lukisan dan mozaik indah di salah satu aulanya.

Seharian mengelilingi keindahan empat fasilitas ini rasanya tidak cukup. Ada begitu banyak sudut yang harus dikunjungi. Begitu banyak pula detail yang bisa dipuji. Semuanya bersatu membentuk citra Isfahan sebagai kota yang memiliki keindahan separuh dunia.