Kota kuno dan benteng Daumatul Jandal, Arab Saudi

Dunia Muhammad Walidin 06-Sep-2020
640px-Jouf_castle
Benteng militer Puri Marid © By CC BY-SA 3.0, Link

Daumatul Jandal termasuk kota kuno peninggalan bangsa Asyiria. Tempat ini menawarkan wisata benteng raksasa peninggalan Nabatean. Terdapat  juga jejak historis pada masa Islam. Spot wisata ini terletak 50 km dari kota Sikaka, ibu kota provinsi al-Jouf, wilayah utara Saudi Arabia.

Wilayah yang merupakan perbatasan Saudi dengan Yordania ini sekarang terkenal dengan industri pedang senjata, pahatan batu, dan permadani. Kawasan ini juga terkenal sebagai kawasan pertanian penting bagi Arab Saudi. Jejak historisnya sebagai tanah pertanian sejak zaman Arab Jahiliyah.

Terdapat sistem hedraulik perairan kuno yang mengalirkan air dari sumur dan air bawah tanah yang diberi nama Qanat.  Sistem perairan ini mengalirkan air ke ladang-ladang kurma, anggur, zaitun, dan berbagai jenis tanaman lainnya. Suburnya daerah ini karena hujan seringkali turun pada musim dingin. Di luar itu, iklim gurun juga terdapat di wilayah ini.

Selain menikmati kotanya yang sejuk, ada situs menarik yang harus dikunjungi para wisatawan, yaitu benteng-benteng/istana/puri yang gagah.

Benteng pertama bernama Qasr Marid atau Puri Marid (yang berarti “pemberontak” dalam bahasa Arab). Ia  berdiri di atas singkapan batu kapur alami yang menghadap ke lembah di mana oasis kuno berada. Sepertinya, lokasinya berada pada kota Akropolis asli.

Hal ini menunjukkan bahwa benteng ini pastilah situs salah satu pemukiman tertua di Daumat al-Jandal, setidaknya berasal dari zaman Nabatean. Benteng ini berdiri menjulang setinggi 2000 kaki (609,6 m) dan dibangun pada 2000 tahun SM. Sempat mengalami renovasi pada tahun 1913 oleh Nawwaf bin Nuri.

Selain situs sejarah kuno, terdapat pula situs sejarah Islam. Umar bin Khattab pernah membangun masjid di sini pada tahun 634-644 M. Material masjid adalah batu dengan mengandalkan pencahayaan interior dari sinar matahari. Masjid yang terletak di tengah-tengah Daumatul Jandal ini telah berkali-kali direnovasi oleh pemerintah Saudi.

Di samping itu, peristiwa tahkim/kesepakatan damai antara khalifah Ali bin Abi Thalib r.a dengan Mu’awiyah juga terjadi di sini pada 13/15 bulan Safar 37 Hijriah. Daumatul Jandal memang terletak di utara dan dekat dengan Damaskus, ibukota dinasti Umayyah.

Benteng kedua bernama benteng Za’abal yang dibangun pada abad ke 7 sebelum masehi. Berbeda dengan situs Daumatul Jandal yang luas, benteng ini hanya berupa satu bangunan saja. Jarak antara benteng ini dengan Daumatul Jandal sekitar 37.88 km.

Berada di ketinggian benteng ini, pengunjung dapat melihat pemandangan kota Sikaka yang indah. Di samping itu, terdapat pula situs megalitikum berupa batu berdiri di Arrajajil. Jaraknya sekitar 2.66 km dari benteng Za’abal. Diperkiraan batu ini telah berusia 5000 tahun dan digunakan semacam penunjuk waktu atau jam matahari.