Kuliner Palembang yang hanya ada di bulan Agustus

Makanan Muhammad Walidin 17-Agu-2020
Telok Ukan © travel.kompas.com

Bulan agustus telah datang. Semarak kemerdekaan mulai nampak, terutama di Jalan Merdeka Palembang. Di jalan ini, tanda-tanda perayaan 17 Agustus telah tampak lebih dahulu dibanding kawasan lain. Hal ini ditandai dengan ramainya penjual kuliner dan mainan khas jelang hari kemerdekaan sejak awal bulan. Apakah itu? Mainan anak-anak berupa kapal laut yang terbuat dari busa atau kayu gabus dan sejumlah kuliner khas bernama Ketan Sumpit, Telok Abang, Telok Ukan, dan Telok Pindang.

Saya dan putri kecil saya di suatu sore mengarahkan motor menuju jalan Merdeka. Kami ingin merasakan nikmatnya kuliner langka ini. Di tempat tujuan, kami melihat banyak penjual yang telah menggelar meja dagangan. Para pembeli juga silih berganti datang, bertanya harga, membeli lalu pergi. Raut wajah mereka terlihat excited dengan ketiga bentuk makanan ini.

Kami segera memarkir motor di sebuah meja. Pemiliknya bernama bu Betty. Wanita dengan 6 anak dan 10 cucu ini antusias menjelaskan nama-nama barang dagangannya tersebut.

Pertama adalah Telok Ukan. Makanan ini terbuat dari telur bebek yang dikeluarkan terlebih dahulu isinya lewat lubang kecil seukuran pensil. Baik kuning telur dan putihnya dicampur dengan air pandan dan pasta daun suji. Adukan tadi dimasukkan kembali ke dalam cangkangnya dan direbus dengan api kecil selama beberapa jam. Merebus telur ini harus berhati-hati sekali. Bila api terlalu besar, maka isi telur bisa meluap keluar. Saat menyusunnya di dalam panci, telur juga harus dijaga agar tetap berdiri. Setelah selesai,  telur matang ditutup lubang kecilnya dengan kayu gabus. Aromanya yang sedap serta kulit telur yang hijau lembut menarik pandangan mata. Saat dicicip, rasanyapun sangat gurih.

Kedua adalah Telok Pindang. Telur ini juga terbuat dari telur bebek yang dimasak dalam kuah pindang. Rempah kuahnya terdiri dari asam jawa, gula, dan beberapa bumbu dapur lainnya. Telur direbus, diangkat, dan digeprek kulitnya hingga pecah-pecah, kemudian direbus lagi. Penampilan telur ini agak kotor karena berbalut bumbu, tapi rasanya jauh melebih telur pertama.

Baik telok ukan maupun telok pindang akan dimakan bersama Ketan Sumpit. Makanan ketiga ini adalah campuran nasi ketan dan abon yang dibungkus daun pisang dan dijepitkan ke bilah bambu. satu sumpit berisi dua bungkus ketan. Memakan telok ukan dan telok pindang bersama dua buah ketan sumpit rasanya lezat dan cukup mengenyangkan.

Keempat adalah Telok Abang. Telur ini sebenarnya hanya telur ayam biasa yang direbus. Setelah masak, telur tersebut dicelupkan ke dalam pewarna merah lalu diangkat. Tampilannnya yang cerah menarik perhatian anak-anak. Telok abang ini dijual sepaket/terpisah dengan perahu warna-warni. Bila sepaket, telur tersebut akan ditusukkan di kedua sisi perahu. Tentu anak-anak akan suka sekali bila dibelikan mainan ini. Ya, mainan dan makanan dalam satu paket keceriaan.

Sembari mendengar cerita bu Betty, kami telah menghabiskan dua butir telur dan satu ketan sumpit. Di akhir cerita, Ibu Betty  yang kelahiran tahun 1966 ini menerawang bahwa saat kecil dahulu, ia telah melihat makanan ini dijual menjelang hari kemerdekaan. Apalagi bila ada lomba perahu bidar di sungai Musi, penjualan kuliner dan perahu hiasnya bisa melonjak tajam. Selamat menikmati makanan unik, seunik angka hari kemerdekaan Indonesia yang ke 75. Jayalah Bangsaku, Jayalah Negeriku!