Kunci Ramadan itu Syakban

Acara 13 Mar 2021 Roni Haldi Alimi
Pilihan oleh Roni Haldi Alimi
Kunci Ramadan Itu Syakban
Kunci Ramadan Itu Syakban © Paulus Rusyanto | Dreamstime.com

Syakban itu bulan kedelapan dalam penanggalan Hijriyah. Nama Syakban berasal dari kata Sya’bun, berarti ‘kelompok atau golongan’. Disebut Syakban karena pada bulan ini, masyarakat Arab jahiliyah ketika itu berpencar mencari air.

Kunci Ramadan Itu Syakban

Dalam kitab lisanul ‘arab, jilid 1 halaman 501 disebutkan, “dinamakan Syakban, karena saat itu dia menonjol menampakkan diri di antara dua bulan, Ramadan dan Rajab. Jamaknya adalah Sya’banat dan Sya’abin.

Kenyataan sulit dipungkiri, tatkala Syakban hadir, acap kali lengah dilalaikan kurang dimanfaatkan. Akibatnya, jiwa dan diri tak siap menyambut kehadiran Bulan Mulia penuh paket menggiurkan. Ujungnya jauh dari tujuan bulan Ramadan.

Sabda Rasulullah SAW dalam Sunan Abi Daud dan Musnad Imam Ahmad:

”Bulan tersebut (Syakban) adalah bulan yang banyak dilalaikan oleh manusia, bulan tersebut adalah bulan di antara Rajab dan Ramadan.”

Lalai tentu tak ingat. Lalai ketika Syakban, merugi di saat Ramadan. Sungguh beruntung orang yang bersiap sejak Syakban, hadir dalam Ramadan penuhi siang dan malam dengan ibadah meraih tujuan taqwa.

Apa yang mesti disiapkan saat Syakban datang?

Persiapan pertama, berdoa kepada Allah SWT agar diperjumpakan dengan Ramadan, beribadah di siang dan malamnya.

“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadan, dan antarkanlah Ramadan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadan.” Itulah doa munajat Yahya bin Abi Katsir dalam kitab Hilyatul Auliya’ juz 1 hal. 420.

Yang kedua, menjaga hati agar bersih dari cekcok kebencian apalagi permusuhan di antara kaum muslimin. Hati bersih mendorong kuat laju amal ibadah di siang dan malam Ramadan. Hati kotor menstigma Ramadan memberatkan lagi menyusahkan. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah menilik pada malam nishfu (pertengahan) Syakban, lalu mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik atau orang yang permusuhan terhadap saudaranya.”

(Hadis riwayat Ibnu Majah)

Ketiga, menuntaskan hutang puasa Ramadan tahun sebelumnya sekaligus memulazamah diri dengan ibadah di bulan Syakban. Terbiasa beribadah ketika Syakban akan berefek terasa ringan saat menjalani ibadah Ramadan. Alah bisa sebab biasa.

Rasulullah saja paling banyak ibadah di bulan Syakban. Rasulullah saw menganjurkan kepada kita agar memperbanyak puasa sunnah pada bulan Syakban dengan cara memberikan contoh langsung dan aplikatif.

Persiapan keempat, setiap kita agar miliki perencanaan baik lagi matang meraih taqwa melalui ibadah Ramadan. Planning adalah bagian dari ‘akhdzu bil asbab’ atau mengambil sebab tuk meraih hasil.

Keberuntungan itu tak datang menghampiri tiba-tiba, ia didapati lewat usaha pengorbanan tentu dimulai perencanaan baik. Rasulullah SAW mengingatkan umatnya sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Muslim:

“Bersungguh-sungguhlah melakukan apa yang dapat memberi manfaat kepadamu dan minta pertolongan kepada Allah, dan janganlah merasa lemah.”

Bangkit dengan semangat amal kerana Allah Taala

Semangat yang dilandasi target mencapai tujuan akan memacu menggiatkan diri berlari jauh meninggalkan kemalasan. Bangun bangkit dengan semangat amal sambil bermohon menggantungkan harapan kepada Allah Taala semata.

Abu Bakr al-Warraq al-Balkhi rahimahullah mengatakan:

“Rajab adalah bulan untuk menanam, Syakban adalah bulan untuk mengairi dan Ramadan adalah bulan untuk memanen.”

Kini kita telah berada di bulan Syakban, saatnya kita melihat menengok lalu memperbaiki aliran ke ladang amal di kebun Ramadan. Aliran yang baik air mencukupi akan menghasilkan panen melimpah ruah di penghujung Ramadan.

Syakban itulah kunci mengairi aliran kebaikan menuju ladang amal bernama Ramadan.