Lahirnya Nabi terakhir

Masjid Nabawi atau Masjid Nabi di Mekkah © Sonyasgar | Dreamstime.com

Risalah Islam disempurnakan oleh seorang Nabi akhir zaman. Kedatangannya ditunggu, hadirnya dirindu. Tidak hanya bagi manusia saja tetapi untuk semesta. Dalam Al Quran ditegaskan tentang hal ini.

“Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, “Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelah aku yang bernama Ahmad (Muhammad). Namun, ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti nyata mereka berkata ‘ini adalah sihir yang nyata.” (Surah as Saff 61, ayat 6)

Ayat di atas menceritakan tentang Bani Israil atau Bangsa Yahudi yang telah mengetahui informasi ini melalui lisan Al Masih yang mulia. Awalnya mereka juga merindukan kelahiran Nabi terakhir ini, bahkan di antaranya ada yang sengaja pindah ke kota Yasrib, tempat diutusnya rasul tersebut. Namun sayang fanatisme kesukuan telah membutakan mereka. sehingga resiko masuk neraka karena memusuhi ajaran Nabi tak dihiraukan.

Sebagaimana termaktub dalam surah al Baqarah, ayat  80: “Neraka tidak akan menyentuh kami kecuali hanya beberapa hari saja….”

Salah satu tanda kelahiran Rasulullah SAW yang hanya diketahui oleh orang Yahudi adalah munculnya bintang Ahmad.  Hasan bin Tsabit, penyair Rasulullah pernah menceritakan kejadian yang dialaminya di waktu kecil.

“Demi Allah, sesungguhnya ketika itu aku seorang anak yang sudah kuat, berumur tujuh atau delapan tahun. Aku memahami segala sesuatu yang kudengar. Aku pernah mendengar seorang Yahudi memanggil dari atas menara Yatsrib: ‘Hai orang-orang Yahudi!’ setelah semua berkumpul, mereka bertanya: ‘Dasar celaka! Ada apa dengan dirimu?’ Orang itu menjawab: ‘ Malam ini telah terbit bintang Ahmad yang menjadi penanda kelahirannya’.” (Sirah Nabawiyah yang ditulis oleh Ibnu Hisyam)

Selain kejadian di atas, dari beberapa riwayat menyebutkan tanda-tanda kenabian ketika Muhammad SAW dilahirkan. Di antaranya adalah padamnya api yang disembah orang Majusi, jatuhnya empat belas balkon di Istana Kisra, dan hancurnya gereja-gereja  di sekitar Danau Sawah.

Alam menyambut gembira kelahirannya, sedangkan tagut merasa gentar dan takut. Bagaimana dengan kita? Apakah menjadi umatnya yang berpegang teguh pada jalan yang lurus atau memilih jalan orang-orang yang dimurkai (Yahudi) atau yang dimurkai (Nasrani)?