Langkah menjadi hafiz atau penghafal al-Quran

dreamstime_s_32196190
Menghafal al-Quran © Suryo | Dreamstime.com

Sudah berapa lama umur yang Allah SWT anugerahkan kepada kita telah kita habiskan dengan bermalas-malasan? atau kesia-siaan? Sungguh kebanyakan dari manusia melalui hari demi hari tanpa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Kita sering berharap diberikan waktu lapang yang bisa kita gunakan untuk menjalani kebiasaan yang menyenangkan. Namun terkadang kita tidak berorientasi pada senangnya Allah atas apa yang kita kerjakan.

Ada sebuah kebiasaan yang akhir-akhir ini telah banyak dijalankan oleh penduduk negeri ini, yakni kegiatan menghafal al-Quran. Saat ini di banyak tempat telah berdiri dan berjalan dengan baik Rumah-Rumah Tahfidz dan Pondok-Pondok Pesantren yang berfokus pada kegiatan menghafal dan menguatkan pemahaman tentang al-Quran. Kabar baiknya lembaga-lembaga ini tumbuh bak cendawan di musim hujan dan diminati oleh para orang tua.

Ada kesadaran kolektif dari masyarakat untuk mengembalikan jati diri anak-anak generasi saat ini kepada agama yang mulia ini. Salah satu metode nya adalah dengan mendidik mereka menjadi penghafal al-Quran. Menghafal al-Quran merupakan proyek seumur hidup, oleh karenanya harus dilakukan dengan penuh kegigihan, tekad, dan semangat yang terus terjaga.

Namun kegiatan menghafal al-Quran tidaklah dibatasi oleh usia dan jenis kelamin. Siapa saja boleh menjadi penghafal al-Quran. Banyak kita temui orang dengan usia tidak muda lagi ternyata bisa menjadi hafiz al-Quran. Untuk itu agar aktivitas dan waktu luang kita bernilai di sisi Allah SWT, jadikan menghafal al-Quran sebagai salah satu program yang akan kita jalankan. Berikut ini langkah-langkah yang harus ditempuh agar bisa menjadi hafiz atau penghafal al-Quran:

Mengikhlaskan niat

Hal yang  utama dalam setiap aktivitas yang kita lakukan adalah memulai segala seusatu dengan mengikhlaskan niat karena Allah SWT. Sebagaimana hadis Rasulullah SAW yang sering kita dengar: “Sesungguhnya setiap perbuatan itu bergantung kepada niatnya.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).

Dengan niat yang lurus dan menjaga semangat, Allah SWT akan mudahkan jalan dalam mengharunginya. Karena godaan terberat bagi seorang penghafal al-Quran adalah  rasa jenuh dan bosan.

Membangun motivasi terkuat untuk menghafal al-Quran

Motivasi terkuat dalam memulai menghafal al-Quran adalah  mengharapkan rida Allah SWT dan ganjaran pahala dari-Nya. Semakin lama proses dalam menghafal al-Quran artinya semakin lama kita berinteraksi dengan al-Quran dan tentunya semakin terasa dekatnya kita dengan ketaatan karena kita lebih menyibukkan diri dalam perkara yang diridai oleh Allah SWT.

Ujung dari semua itu adalah bagaimana agar dengan menghafal al-Quran akan mampu menjadi syafaat bagi kita ketika di Akhirat kelak. Maka jaminan Surga dari Allah SWT adalah motivasi tertinggi yang kita harapkan dengan menghafal al-Quran.

Memilih  waktu dan tempat yang tepat untuk menghafal alQuran

Agar kita dapat menghafal dengan baik, yang harus dilakukan adalah dengan membuat jadwal yang teratur. Misalnya menggunakan 10 -15 menit setelah salat lima waktu untuk mengulang hafalan. Dan memberikan porsi waktu yang lebih lama ketika setelah salat subuh.

Kemudian memilih tempat yang paling tepat untuk menghadal al-Quran. Tempat yang paling bisa membuat kita  berkonsentrasi dalam menghafal. Salah satunya adalah tempat yang jauh dari suara-suara bising, ventilasi udara yang baik, lingkungan yang bersih dan berada dalam kondisi kesehatan yang baik.

Rutin mengulang-ulang hafalan

Rutin menghafal dan mengulang hafalan termasuk kedalam faktor penentu keberhasilan para penghafal al-Quran. Setelah kita menyusun waktu dan tempat menghafal al-Quran, maka pastikan kita merutinkan menghafal al-Quran. Apabila kita rutin menghafal al-Quran setiap harinya, maka akal bawah sadar akan giat bangun dan bangkit segera untuk kembali melakukan rutinitas menghafal tersebut. Dan dengan sendirinya kita akan mudah terbangun dan disiplin dengan jadwal yang telah kita susun.

Rasulullah SAW berpesan kepada kita: “Sesungguhnya amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang rutin dan berkesinambungan, walaupun sedikit.” (HR Bukhari dan Muslim)

Semoga langkah-langkah sederhana ini mampu kita terapkan dalam menghafal al-Quran. Jadikan menghafal al-Quran sebagai aktivitas utama kita setelah ibadah salat lima waktu. Agar kelak kita mendapat safaat dari al-Quran yang kia baca dan hafalkan selama hidup di atas dunia.