Larangan di bulan Zulkaidah

Agama Kkartika Sustry 17-Jul-2020
Larangan di bulan Zulkaidah © Kamil Janiszewski | Dreamstime.com

Zulkaidah salah satu bulan mulia, secara bahasa berasal dari kalimat Qa’ada yang berarti duduk atau istirahat tidak beraktivitas (mu’jam al-Wasith, kata: Qa’ada). Disebut juga sebagai bulan haram karena orang orang Arab sedang duduk atau beristirahat dari berperang guna menyambut bulan haji yaitu Zulhijah. Sehingga bulan tersebut diharamkan untuk menganiaya diri sendiri atau berperang. Orang-orang Jahiliyah menyebutnya bulan Waranah.

Di antara 12 bulan dalam Islam, ada empat bulan istimewa yang diagungkan Allah SWT – disebut bulan Haram. Sebagaimana dalam firman-Nya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam empat bulan itu.” (Surah at-Taubah, ayat 36)

Bulan Zulkaidah menjadi salah satu bulan yang mulia, jika kita melakukan kebaikan-kebaikan, maka akan dilipatgandakan pahalanya.

Kemudian diperjelas dalam hadis Rasulullah SAW: “Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah SWT menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Zulkaidah, Zulhijah dan Muharam. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Syakban.” (Hadis riwayat Al-Bukhari, 3197 dan Muslim, 4477)

Para ulama menafsirkan ayat dan hadis tersebut mengenai bulan Zulkaidah, hendaknya kita tidak melakukan hal-hal yang buruk seperti berperang, berbuat zalim dan berbuat maksiat. Rasulullah SAW melarang untuk berperang di karena mendekati bulan haji sehingga umat muslim diharapkan mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik  dalam menyambut bulan haji.

Oleh karena itu, tidaklah dianjurkan untuk saling menganiaya, saling mencela bahkan saling membunuh dalam berperang karena bukan hanya soal pahala yang dilipatgandakan pada bulan ini tetapi dosa yang sangat besar jika melakukan hal yang keji.

Bulan ini salah satu bulan yang suci, sehingga mayoritas orang Arab terdahulu melakukan hal-hal yang baik dan bersenang-senang. Mereka akan mengadakan pasar-pasar juga memperlombakan syair-syair indah mereka. Bahkan mereka mempercayai untuk tidak bepergian jauh seperti berperang. Rasulullah SAW melakukan umrah berkali-kali pada bulan tersebut karena pada bulan ini pahala melakukan kebaikan sangat besar.

Pembaca yang dirahmati Allah SWT, mari kita mengenal bulan mulia yang bakal berakhir ini dengan selalu melakukan hal-hal baik dan mengajak orang lain pada kebaikan. Hidup ini bukan dilihat siapa yang paling hebat tetapi siapa yang paling bermanfaat bagi orang lain.