Larangan menyebarkan informasi bohong

Tolak berita bohong! © Gholib Marsudi | Dreamstime.com

Islam merupakan agama mulia, yang di dalamnya terdapat serentetan tuntunan, untuk menunjukkan kehidupan yang santun dan arif bagi pemeluknya. Salah satunya adalah dalam melakukan komunikasi, dan bermedia, serta bagaimana caranya untuk berperilaku baik selama proses di dalamnya. Saat ini, pola proses kita menerima informasi mengalami banyak perubahan.

Jika sebelumnya membutuhkan waktu yang lama, melalui siaran tv, atau mungkin radio, hingga media Koran dan majalah cetak, maka saat ini informasi bisa kita terima dan bagikan dalam hitungan detik. Selain itu, saat ini kita juga bisa memberikan informasi yang kita dapatkan kepada tujuan yang beragam, dan tak terbatas oleh wilayah.

Namun kemudian kemudahan ini menimbulkan banyaknya distorsi informasi, yaitu berkembangnya beragam berita bohong, atau hoax, yang juga tanpa sadar mungkin sering kita lakukan. Lalu bagaimana cara-cara terbaik untuk melindungi diri kita dari berita bohong ini?

Bagaimana Islam memandang berita bohong?

Dalam agama Islam, sebuah kebohongan merupakan sebuah perkara serius, yang begitu ditekankan mudaratnya. Kebohongan yang dilakukan bisa menyebabkan celaka bagi diri sendiri dan orang lain. Selain itu, kebohongan yang terus berulang dan didtutupi juga akan menutup faedah dari kebaikan yang dilakukan.

Perkara berita bohong ini juga kerap berujung menjadi ghibah dan fitnah, yang dalam ajaran agama Islam, dikatakan bernilai lebih buruk dari sebuah pembunuhan. Dalam menghadapi arus informasi saat ini yang begitu deras, hendaknya kita sebagai umat Islam berhati-hati, agar tak masuk dalam pusara hoax, yang ternyata tak disadari.

Baca informasi sampai akhir

Iqra’, atau membaca, merupakan wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT kepada Rasulullah SAW. Ternyata hal ini bukanlah tanpa alasan. Dari sini kita bisa mengetahui, bahwa membaca memegang peranan penting dalam apa yang kita lakukan dan pikirkan. Kewajiban membaca inilah juga yang harus kita terapkan dalam kehidupan berkomunikasi dan bermedia.

Saat ini banyak jenis berita yang menggunakan judul umpan klik (clickbait) tautan. Yaitu jenis judul yang mudah untuk memprovokasi pembacanya untuk melakukan klik terhadap berita tersebut. Jenis judul ini seringnya tidak menyesuaikan antara judul dengan inti dari informasi yang dibahas di dalamnya. Hati-hatilah setiap membaca berita.

Hindarilah membaca hanya sampai di judulnya saja. Lakukanlah pembacaan secara menyeluruh, sehingga kita bisa memahami apa saja yang dibicarakan dalam artikel tersebut. Dengan membacanya, kita juga lebih bisa menilai apakah artikel dan informasi yang diberikan di dalamnya adalah valid atau ternyata hoax.

Tahan jari anda

Saat ini memberi informasi merupakan hal yang begitu mudah. Sangking mudahnya, malahan kita menjadi tak sempat untuk berpikir ketika memutuskan untuk membagikannya. Tahanlah jarimu, sebelum membagikan informasi yang anda terima. Pastikan dulu apakah informasi tersebut benar keberadaannya atau tidak?

Setelahnya, tanyakan lagi pada dirimu apakah informasi tersebut penting untuk dibagikan atau tidak? Islam merupakan agama yang sangat menekankan untuk mengkomunikasikan segala sesuatu dalam tata cara yang baik. Seperti yang selalu sering kita dengar, bahwa lebih baik diam, daripada berbicara namun ternyata banyak mudaratnya.

Itulah beberapa bahasan mengenai bagaimana Islam senantiasa melindungi kita dari perilaku bohong, dan penyebaran hoax. Islam merupakan agama yang begitu santun dan luhur. Sudah seharusnya kita sebagai umat Muslim, menjaga perkataan dan informasi yang kita berikan. Semoga kita selalu terhindar dari perilaku berita bohong atau hoax dan suka berbohong. Allahumma aamin – Allah, kabulkanlah!