Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Lembah dan sumur Nabi Musa a.s

Sejarah 31 Jan 2021
Muhammad Walidin
Kelihatan Teluk Aqaba dan Pegunungan Sinai dari Bir Al-Sa'idani
Kelihatan Teluk Aqaba dan Pegunungan Sinai dari Bir Al-Sa'idani © saudiarabiatourismguide.com

Cerita Nabi Musa a.s membelah laut merah saat dikejar tentara Firaun tertuang dalam ayat al-Quran surah al-Baqarah ayat 50, asy-Syura ayat 63, dan Thaha ayat 77-78.  Kita semua mengimani cerita ini.

Namun masih ada pertanyaan mengganjal, di manakah letak persis saat Nabi Musa a.s membelah Laut Merah di pinggir pantai Mesir?

Lembah dan sumur Nabi Musa a.s 

Ada dua tempat yang diduga sebagai jalur pelarian Nabi Musa a.s, pertama Selat Tiran (Straits of Tiran) di ekor jazirah Sinai, Mesir atau Pantai Newiba, Mesir di bagian timur laut.

Pertanyaan kedua, di manakah ujung jalan tempat berlabuh di wilayah Jazirah Arab? Al-Quran tidak menyebutkan, tetapi Injil menyebutkan suatu tempat bernama Elim, sebagaimana tertuang dalam Exodus 15:27.

Disebutkan bahwa Nabi Musa a.s dan rombongannya datang ke Elim, di mana di sana ada 12 mata air dan 70 pohon kurma. Mereka membangun tempat di sana dekat dengan sumber air.

Laut Merah dan mukjizat Nabi Musa a.s

Laut Merah yang dibelah Nabi Musa a.s adalah sebuah teluk di sebelah barat Jazirah Arab yang memisahkan benua Asia dengan Afrika. Saat ini, jalur ke laut di selatan melewati Babul Mandib dan Teluk Aden. Sedangkan di utara terdapat Semenanjung Sinai dan Terusan Suez.

Laut merah inilah yang dibelah oleh Musa a.s dengan tongkatnya. Kalangan beragama meyakini ini sebagai mukjizat dari Allah SWT. Namun kalangan ilmuwan mengatakan bahwa angin timur dengan kecepatan tertentu mampu membelah laut selama 4 jam.

Setelah itu, angin akan melemah dan air laut akan menutup kembali. Di selat ini, ditemukan roda-roda kereta kuda dan tengkorak manusia yang diduga adalah pasukan Firaun yang Allah Taala tenggelamkan di lautan.

Elim atau Maqna: destinasi wisata baru

Saat ini, Elim dalam Exodus bernama Maqna. Tempatnya berada di provinsi Tabuk, Utara Arab Saudi. Maqna sekarang terbuka sebagai destinasi wisata yang menawarkan kisah Musa dengan 12 mata airnya yang terus mengalir hingga kini sejak ribuan tahun lalu.

Di samping itu, gua-gua dari batu sebagai tempat tinggal, lukisan sapi (sebagai sesembahan bani Israel di kota Midian) masih terpahat di batu-batu besar di kawasan ini. Maqna adalah kota pantai menawan yang terletak di Teluk Aqaba yang menghadap Mesir dan pegunungan Sinai terlihat jelas darinya.

Wilayah yang berbatasan dengan pantai timur Teluk Aqaba adalah tanah kuno Madyan (atau Midian). Ibukotanya mungkin berada di kota Al-Bada’, di mana kuburan monumental kemudian dipahat oleh orang-orang Nabatean.

Madyan adalah negeri tempat Musa a.s menghabiskan sepuluh tahun dalam pengasingan sukarela. Yaitu setelah Baginda melarikan diri dari Mesir menyusul pertengkaran dengan seorang Mesir yang memukuli seorang Israel.

Tiba di Maqna, pergi ke sumur bernama Bir Al-Sa’idani

Diyakini bahwa Nabi Musa a.s menyeberangi Laut Merah dan tiba di Maqna. Kemudian pergi ke sebuah sumur bernama Bir Al-Sa’idani untuk minum. Di sana, Baginda melihat dua gadis mengumpulkan air untuk ternak mereka, dan Baginda menawarkan bantuan.

Gadis-gadis itu melaporkan tingkah lembut ini kepada ayah mereka, Nabi Syu’eb a.s. Baginda pergi menemui Nabi Musa a.s, mengenali jiwanya yang murni, dan memutuskan untuk menikahkan salah satu putrinya dengannya. Maka, Musa menetap di Madyan dan tinggal di sana selama sepuluh tahun bersama istri dan ayah mertuanya.

Bir Sa’idain terletak di sebuah bukit satu kilometer dari Teluk Aqaba. Sumur ini menawarkan pemandangan yang menakjubkan ke perairan biru Teluk yang memisahkan tanah kuno Madyan dari pegunungan Sinai yang mengesankan.

Saat ini, situs relegius ini akan berada di wilayah pengembangan kerajaan Arab Saudi di bagian utara. Sebuah kota mandiri akan berdiri di sini dengan nama Neom. Kota ini direncanakan sebagai kota dengan teknologi cerdas dan sebagai tujuan wisata andalan Arab Saudi.