Macam-macam tujuan diturunkan musibah

Islam 31 Des 2020 Tholhah Nuhin
Tholhah Nuhin
Macam-macam tujuan diturunkan musibah
Macam-macam tujuan diturunkan musibah © Paulus Rusyanto | Dreamstime.com

Macam-macam tujuan diturunkan musibah – Peristiwa yang telah terjadi sejak Nabi Adam a.s sampai saat ini, ada banyak pelajaran bagi manusia yang hidup selanjutnya. Peristiwa itu bisa menjadi ujian, peningkatan iman dan azab.

Seperti tumpah darahnya Habil a.s, tenggelamnya kaum Nuh a.s dan dibakarnya Nabi Ibrahim a.s.  Juga hancurnya kaum Aad dan Tsamud, tenggelamnya Firaun dan dimasukkannya seluruh kekayaan Qorun serta peristiwa yang terjadi pada masa Rasulullah SAW.

Macam-macam tujuan diturunkan musibah

Dari sini, kita bisa menyimpulkan bahwa ada macam-macam peristiwa dalam kehidupan yang masuk dalam kategori musibah atau bala dengan tujuan yang berbeda-beda.

1. Musibah sebagai ujian

Musibah ini diberikan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk menguji keimanan mereka. Agar di ketahui siapa di antara mereka yang imannya benar-benar mutiara dan yang imannya hanya sekedar beling pecahan kaca.

Allah SWT berfirman:

”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan ‘kami telah beriman’ sedang mereka tidak diuji lagi ? Dan sesungguhnya Allah telah orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”

(Quran surah al-Ankabut, 29 ayat 2-3)

Maka, musibah ini bertujuan untuk menempa manusia beriman. Agar tidak berputus asa akibat jatuhnya musibah, walau hal tersebut terjadi karena kesalahan sendiri. Sebab boleh jadi ada kesalahan yang tidak disengaja atau karena kesengajaan. Dalam Al-Quran, Allah SWT menjelaskan:

“Tidak suatu musibah pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudh) sebelum Aku menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Aku jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan kepadamu…”

(Surah al-Hadid, 57 ayat 22-23)

2. Musibah sebagai peringatan dan penghapus dosa

Musibah ini diberikan kepada orang-orang mukmin yang telah melakukan dosa dan berhak untuk disiksa, lalu Allah SWT ingin menghapus dosa-dosanya dengan musibah ini agar selamat dari siksa-Nya.

Allah SWT berfirman:

“Dan musibah apapun yang menimpa kamu, maka ia disebabkan oleh perbuatan tangan kamu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”

(Surah ash-Syura, 42 ayat 30)

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Tak satupun musibah yang menimpa orang mukmin, seperti sakit, rasa lelah, duka, cemas dan kesedihan sampai duri yang menusuknya, kecuali dosa-dosanya akan dihapus dengannya.”

(Hadis riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Ahmad; dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah ra)

3. Musibah sebagai azab

Musibah ini datang sebagai tanda murka Allah SWT kepada orang-orang pelaku dosa dan jauh dari keimanan dan takwa.

Simaklah firman Allah SWT berikut:

” Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa. Pastilah Aku akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat-Ku) itu, maka Aku siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

(Surah al-A’rof, 7 ayat 96)

Menghadapi musibah ini, masyarakat pelaku kejahatan dan dosa harus segera kembali kepada ajaran Allah SWT dan syariat-Nya, dengan bertaubat secara serius dan istighfar sebanyak-banyaknya.