Malam cahaya, menerangi alam semesta

Malam cahaya © Inkoly | Dreamstime.com

Malam itu, langit cerah dengan berjuta gemintang menghiasinya. Tanah mengumandangkan takbir, mengikis bangkai kesombongan pasukan gajah yang ingin menghancurkan Kakbah. Di dalam sebuah rumah, seorang wanita tengah melihat cahaya keluar dari rahimnya yang menerangi istana-istana Romawi di negeri Syam. Dialah Aminah r.a, ibunda Rasulullah SAW.

Ada beberapa riwayat berbeda berkaitan dengan tanggalnya. Namun, semua sepakat kejadian tersebut terjadi di hari Senin. Sebagaimana hadis dari Abu Qatadah r.a yang diriwayatkan oleh Imam Muslim r.a.: “Itu (hari Senin) adalah hari di mana aku dilahirkan, aku diutus menjadi seorang Rasul, atau diturunkan wahyu pertama kepadaku.”

Ummu Aiman r.a adalah wanita yang membantu prosesi kelahiran Muhammad SAW.  Tidak ada riwayat sahih darinya yang menyatakan kejadian-kejadian aneh ketika Rasulullah dilahirkan, seperti beliau dilahirkan dalam keadaan telah dikhitan, sudah terpotong tali pusarnya, dan lain lain. Rasulullah memiliki kedudukan mulia dan tetap memiliki derajat tinggi meskipun tanpa tambahan cerita fiksi.

Bagi seorang Muslim, cukuplah  riwayat-riwayat yang sahih untuk dijadikan pegangan. Rasulullah SAW bersabda, “Aku adalah doa ayahku Nabi Ibrahim, kabar gembira Nabi Isa, dan ibuku melihat cahaya keluar darinya menerangi istana-istana di Syam.” (Hadis riwayat Ahmad dan Hakim)

Setidaknya ada tiga telaahan dari hadis yang mulia ini.

Pertama, doa Nabi Ibrahim a.s yang diabadikan dalam Al Quran pada surah al-Baqarah, ayat 129: “Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.”

Kedua, kabar gembira yang disampaikan Nabi Isa a.s sebagaimana di dalam Al-Quran surah as-Shaf, ayat 6: “…dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelah aku yang bernama Ahmad (Muhammad)…”

Ketiga, sesuai perkataan Ibnu Rajab, ulama suni di abad delapan hijriah: “Dan keluarnya cahaya ketika kelahiran baginda Nabi SAW adalah sebuah indikasi atas apa yang akan datang bersamanya, yaitu cahaya yang dijadikan petunjuk oleh penduduk bumi dan hilangnya kegelapan syirik dari atas muka bumi.”

Allah SWT berfirman dalam surah Al Maidah, ayat 15: “…Sungguh telah kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menjelaskan…”

Ibnu Katsir, penulis tafsir Al-Quran legendaris menyimpulkan bahwa penyebutan negeri Syam secara khusus adalah sebuah isyarat dikukuhkannya agama Islam di negeri ini hingga akhir zaman.

Apa yang dilihat ibunda Aminah r.a di malam ketika melahirkan bayinya adalah suatu pertanda. Anaknya akan bercahaya, menerangi alam semesta.