Manfaat mandi air hujan?

Lingkungan Hidup Merry Lestari
Terbaru oleh Merry Lestari
Manfaat mandi air hujan?
Manfaat mandi air hujan? © Mirek1967 | Dreamstime.com

Bermain di bawah guyuran hujan merupakan hal yang menyenangkan dan sangat disukai sebagian besar anak kecil. Namun terkadang, orang tua terutama ibu-ibu sering melarang anaknya untuk bermain dan mandi di tengah guyuran hujan.

Pasalnya masih banyak yang beranggapan bahwa hujan berdampak pada kesehatan. Seperti menyebabkan flu dan demam. Karena itulah pula orang-orang dewasa kebanyakan justru cenderung menghindari hujan. Selain karena faktor kesehatan, kehujanan bagi orang dewasa akan sangat merepotkan.

Manfaat mandi air hujan

Berdasarkan hasil penelitian oleh pakar kesehatan, hujan yang turun dan mengenai kulit akan memberikan perubahan pada kelembaban udara yang menjadi lebih tinggi. Hal tersebut membuat virus tertentu yang ada di udara tidak mengancam. Lembabnya udara yang mengikuti cuaca hujan, sehingga baik untuk kulit.

Kemudian mandi menggunakan air hujan, juga cocok dicoba. Kandungan pH alkali dari air hujan yang cukup ringan, akan membantu menjaga kelembaban dan elastisitas kulit. Karena sifatnya yang ringan itu pula, air hujan mampu menghilangkan bakteri jahat penyebab sakit kulit.

Bahkan Rasulullah SAW pun pernah mandi hujan, sebagaimana diriwayatkan dalam hadist riwayat Muslim, Anas bin Malik radhiallahu anhu berkata:

”Kami bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kehujanan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyingkap pakaiannya agar terkena air hujan. Kami bertanya: Ya Rasulullah, mengapa kau lakukan ini?”

”Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab,’Karena ia (hujan) baru saja datang dari Tuhannya ta’ala’.”

(Hadis riwayat Muslim)

Berdasarkan keterangan dari hadis tersebut, terhadap praktek yang dilakukan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut menunjukkan bentuk tabarruk (ngalap berkah) dengan hujan. Dan menjadikannya sebagai obat.

Karena Allah Taala menyebut hujan dengan rahmat, mubarok (berkah), dan thahur (alat bersuci). Allah jadikan hujan sebagai sebab kehidupan dan tanda terhindar dari hukuman, yang memberi kesimpulan agar kita menghormati hujan dan tidak menghina hujan. (al-Mufhim lima Asykala min Talkhis Shahih Muslim, 2/546).

Mandi hujan dapat menjadi obat, benarkah?

Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis tersebut di atas bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat mandi hujan dalam rangka mereka mencari berkah dengan turunnya hujan.

Namun kita tidak tahu, apakah mereka melakukan hal itu dalam rangka pengobatan atau sebatas mencari berkah saja. Hanya saja, zahir riwayat di atas menunjukkan bahwa mereka tidak minum air hujan itu. Mereka hanya hujan-hujanan, mandi dengan air hujan atau berwudu dengan air hujan.

Karena itu, menjadikan air hujan sebagai obat dengan cara diminum, ini butuh dalil atau bukti secara ilmiah. Dalam fatwa Islam, terdapat pertanyaan tentang hukum menjadi air hujan sebagai obat.

Orang yang hujan-hujanan atau mandi hujan atau meminumnya dalam rangka mencari berkah, hukumnya boleh dan tidak berdosa. Hanya saja, selayaknya tidak meyakini air ini sebagai obat, kecuali berdasarkan bukti.

Meskipun keberkahan air hujan, bisa jadi bermanfaat untuk pengobatan. Akan tetapi, kita tidak menegaskan adanya unsur obat, selama tidak ada dalil yang secara khusus menyebutkan hal ini. Dan tidak selayaknya menegaskan hal itu kepada masyarakat. (Fatawa Islam, 164231).